Mafia Loging, Petugas Tutup Mata

0
18

Tanah Bumbu,Balarindangnews.com-Puluhan kayu log yang disemilirkan menggunakan rakit dari hulu menuju logphon salah satu bandsaw tempat pengolahan, senin (22/12) kemarin. Ini terbukti bahwa pembalakan liar dan perambahan hutan di kabupaten Tanah Bumbu kian parah dan tak terkendali. Kawasan hutan yang menjadi sasaran adalah hutan produksi, hutan produksi terbatas, bahkan hutan lindung.


Dari hasil pantauan BalarindangNews.com dilapangan dan melihat langsung kayu-kayu log yang disemilirkan dari sungai Sellaselilau menggunakan rakit menuju hilir ke Serkhal tempat pengolahan. Selain itu ditempat yang berbeda, lebih parah lagi dari yang ada.

 

Di Desa Jombang Kec Satui, masyarakat setempat yang tinggal di bantaran sungai, sering menjumpai kayu-kayu log yang disemilirkan, dan kayu tersebut diduga hasil penebangan liar, entah itu dari perambahan hutan kawasan hutan produksi, atau hutan lindung. Yang jelas aksi pembalakan liar di kawasan hutan kabupaten Tanah Bumbu ini hingga kini masih saja berlangsung.

 

Marjono, 35 tahun, warga Desa Jombang Kabupaten Tanah Bumbu, yang juga pecinta lingkungan mengatakan, “aksi pembalakan liar di kawasan hutan di daerah kab Tanah Bumbu ini dilakukan secara terorganisir karena dibiayai cukong dan bahkan “aparat” (dalam tanda kutip), dan Dinas Kehutanan Kabupaten Tanah Bumbu ini terkesan membiarkan dan diduga ikut bermain dalam aksi itu,” ujar Jono

 

Kita mengetahui dampak dari pembabatan hutan, mengakibatkan kurangnya serapan air dari curah hujan yang tinggi, sehingga mengakibatkan banjir, hampir tiap tahun di kabupaten Tanah Bumbu di landa banjir,  terutama daerah kawasan dataran rendah. Air bah mengalir dari pegunungan hingga kepumukiman penduduk. Selain itu dampak yang di rasakan akibat dari penebangan hutan sangat terasa akibatnya.

 

Secara terpisah, Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan Kabupaten Tanah Bumbu Hanif Faisol melalui Sekretarisnya Bambang Supriyono, beberapa waktu lalu mengatakan kepada BalarindangNews.com, dan membenarkan kalau selama ini marak pembalakan liar. “kami sudah mengamankan beberapa potong kayu log yang tidak memiliki surat izin dan tidak diketahui kepemilikannya, dan kayu log yang diamankan ini merupakan hasil pembalakan liar,” tegas Bambang. (ES)