Kaleidoskop Jargon RI 1

0
38

BalarindangNews.com-Jika menelisik ke belakang, ternyata setiap Presiden di Indonesia memiliki jargonnya masing-masing dan kekal di ingatan masyarakat. Karena kata-kata itu bisa menjadi pencitraan, bahkan bisa menyenangkan, menyakitkan masyarakat, terlebih-lebih bisa menjadi ejekan yang diplesetkan, karena tidak seperti yang diharapkan masyarakat, terutama masyarakat bawah. Apalagi kebijakan-kebijakan, salah satu contoh menaikkan BBM, dan membohongi rakyat.

Dari beberapa Jargon pemimpin negeri ini, masih ingatkah anda dengan kata-kata mereka, manakan yang memberi kenyamanan buat rakyat kecil, simak pernyataan para mereka yang pernah memimpin negeri ini hingga sekarang ini

 

 

Saat Gus Dur menjabat sebagai Presiden selama 21 bulan pada 1999 hingga 2001, mantan Presiden Abdurrahman Wahid atau akrab disapa Gus Dur, juga mempunyai jargon yang popular hingga kini, yaitu

“Gitu aja Kok Repot.”

 

 

Menyusul Puan Maharani, putri Mega mengatakan, rapat soal keputusan jargon akan digelar pukul 15.00 WIB di Pos Pemenangan Presiden PDIP di Jalan Teuku Umar. “Nanti kita akan rapat untuk menentukan tim sukses sekaligus jargon,” kata Puan.

“Mega Pro-Rakyat”

 

 

“Saya sangat prihatin” dengan kejadian akhir-akhir ini. Ribut, ricuh yang berselisih adalah para pengurus organisasi olahraga sendiri,” ujar SBY di Istana Negara,

“Saya sangat prihatin masih ada kasus-kasus yang melibatkan anggota DPR, pemerintah, DPRD, pejabat, bupati, wali kota, dalam kasus urusan pengadaan barang,” kata SBY

“Lanjutkan”  di susul dengan kalimat “Lebih Cepat Lebih Baik”

 

 

Ternyata, Presiden Jokowi mengeluarkan pernyataan kontroversial tersebut ketika menanggapi adanya demonstran Makassar yang tewas saat menolak kenaikan bahan bakar minyak (BBM).

Ternyata, itu merupakan jargon, atau penyataan yang biasa diungkapkan Presiden Jokowi manakala menemui masalah. Ucapan BUKAN URUSAN SAYA yang identik dengan pelimpahan wewenang terhadap sebuah masalah sontak menjadi perbincangan warga dunia maya (netizen) di jejaring sosial. Bahkan, tagar #Bukan Urusan Saya menjadi trending topic Twitter di Indonesia

“Bukan Urusan Saya”

(disarikan dari berbagai sumber)