Satpolair Tangkap Kapal Nelayan Pengguna Cantrang

0
32

Sejumlah anggota satpol air Tanah Bumbu menggerebek kapal nelayan KM.Mina Abadi ( foto : ES) 

Tanah Bumbu, BalarindangNews.com – Satuan kepolisian Perairan Polda Kalsel, kamis (4/6/2015) kemarin mengamankan dua unit kapal KM Mina Abadi berbendera Indonesia di perairan laut Kotabaru. Kapal dengan jumlah ABK 15 org ini diketahui melanggar UU NO. 45 Th 2009 pasal 93 tentang perikanan yang menggunakan alat penangkap ikan yg dilarang

 

Sejumlah ABK bersama kapal serta barang bukti kini diamankan di polair Tanah Bumbu untuk menjalani diperiksa lebih lanjut.

 

Kapal nelayan asal Pati Jawa Tengah yang diamankan di satpol air Tanah Bumbu ( foto : ES) 

Tertangkapnya kapal nelayan asal Pati Jawa Tengah ini, terjadi ketika kapal tersebut sedang menambahkan es yang bermuatan ikan remang, ikan panjang dan manjing longlai, serta ikan laut campuran

Jajaran satpolair Polda Kalsel bersama-sama Polair Tanbu yang sedang melakukan patroli rutin,  melihat kapal tersebut saat berlayar, karena mencurigakan kapal langsung di kejar.

Saat diperiksa isi dari kapal tersebut, petugas menemukan seribu  alat pancing, dan cantrang yaitu alat penangkap ikan yg dilarang oleh pemerintah.

Bukan hanya itu kapal tersebut tidak memiliki SIKPI ( Surat Izin Kapal Pengangkut Ikan), dan Surat Persetujuan Berlayar.

Kapal yg meresahkan sebagian nelayan yang ada di perairan Kotabaru dan Tanah Bumbu ini, diketahui adalah KM Mina Abadi, sudah dua bulan kapal melanglang buana di perairan tersebut, dan kemudian digiring untuk diamankan ke satpolair Tanah Bumbu

AKP. Parman, Kasatpol Air, Tanah Bumbu, membenarkan, kalau jajaran  satpolair polda Kalsel bersama satuan polair Tanah Bumbu telah mengamankan sejumlah ABK KM Mina Abadi, “kapal KM Mina Abadi kami amankan yang melakukan penangkapan ikan menggunakan Cantrang yang dilarang pemerintah,” tegas Parman.

Ia juga menambahkan, “kalau kapal tersebut telah melanggar pasal 85 UU RI No.31 Thn 2004 tetang perikanan” paparnya.

Kini kapal KM Mina Abadi beserta ABK-nya menjalani pemeriksaan lebih lanjut. *ES