Tanbu Tingkatkan SDM Pendamping P2KP

    0
    6

    Narasumber pelatihan Tenaga Pendamping  P2KP saat memberikan materi kepada peserta pelatihan,  di Aula Kantor Ketahanan Pangan Daerah Kab. Tanbu di Gunung Tinggi, Batulicin. ( FOTO : wing/hum)

     

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Upaya pemerintah daerah dalam mencapai keberhasilan program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) terus dilakukan, salah satunya dengan meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) melalui pelatihan bagi tenaga pendamping Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan (P2KP), Selasa (6/10) kemarin, di Aula Kantor Ketahanan Pangan Daerah (KPD) Gunung Tinggi, Batulicin. Hal itu dimaksudkan untuk memberi pedoman atau acuan yang digunakan oleh tenaga pendamping agar dalam melaksanakan tugas-tugasnya dilapangan menjadi lebih optimal.

     

    Pelatihan yang diikuti 12 orang tenaga pendamping tersebut, dihadiri Ir. Retno Qomariah, M.Si, Ir. Yanuar Pribadi, M.Si, dan Mukarji, SP dari Balai Pengkajian Tekhnologi Pertanian Provinsi Kalimantan Selatan selaku narasumber. Materi yang diberikan antarlain sistem Pengelolaan Kebun Bibit Desa, Pemanfaatan Tekhnologi Budidaya Tanaman di Pekarangan, serta Titik Ungkit Keberhasilan dan Keberlanjutan KRPL. Selain itu, pelatihan juga ditekankan dalam hal pengelolaan dana bantuan sosial tersebut agar sesuai dengan aturan dan tepat sasaran.

     

    Kepala KPD Tanbu Ir. Akhmad Fauzi mengatakan, “pelatihan ini dilaksanakan menyusul adanya dana bantuan sosial dari pemerintah pusat untuk kelompok tani, sehingga perlu adanya bimbingan dalam hal pengelolaan dana bantuan sosial tersebut agar sesuai dengan aturan dan tepat sasaran,” katanya.

     

    Dalam pelatihan tersebut juga disampaikan materi tentang budidaya bawang merah dan jenis tanaman sayur yang lain, sehingga kedepanya setiap Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) dapat ditanami berbagai jenis tanaman pangan khususnya bawang merah, sebab ketersediaanya penting untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

     

    Akhmad Fauzi juga menjelaskan dalam hal pemanfaatan lahan pekarangan rumah melalui program KRPL tidak harus terfokus jenis tanaman tertentu saja, justru kita harus menanam berbagai jenis tanaman yang beraneka ragam seperti sayuran, tanaman obat keluarga (Toga), kolam ikan, atau ternak yang semuanya itu bisa dikonsumsi oleh keluarga dan berfungsi untuk meningkatkan asupan gizi keluarga, “pemanfaatan lahan pekarangan tujuan utamanya untuk konsumsi keluarga dan menambah gizi keluarga, dan  kalau ada kelebihan hasilnya bisa untuk menambah pendapatan perekonomian keluarga,” imbuhnya.

     

     

    Dengan demikian, adanya pelatihan diharapkan meningkatkan wawasan tenaga pendamping serta mampu menggali, menganalisis kebutuhan dan permasalahan dilapangan dan mengupayakan pemecahannya serta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan rumah sebagai sumber penghasil bahan pangan, sebab tanaman yang dihasilkan dari pekarangan rumah sendiri kualitasnya lebih terjamin karena dapat terhindar dari zat kimia seperti pestisida. *(JH/relhum)