Waspadai DBD Menjelang Musim Hujan

    0
    4

    Dinas Kesehatan bersama warga masyarakat melakukan gotong royong 4M Plus sehingga tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti. ( FOTO : dd/hum )

     

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Seiring  dengan diperkirakan  mulai datangnya musim penghujan pada akhir bulan Oktober 2015 ini, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu (Dinkes Tanbu) meminta kepada masyarakat agar mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Tanbu H.M. Damrah melalui Kepala Bidang PSDM Promkes Dinkes Tanbu H. Achmad Raihani, Selasa (20/10) di Batulicin. “Diminta kepada masyarakat Tanbu untuk mewaspadai penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) seiring  dengan diperkirakan  mulai datangnya musim penghujan pada akhir bulan Oktober 2015,” katanya.

     

    Terkait antisipasi dan waspada terhadap  penyebaran penyakit DBD tersebut, Raihani menghimbau masyarakat Tanbu untuk meningkatkan kewaspadaan dengan menggiatkan kembali gotong royong membersihkan lingkungan yang berpotensi menampung air dan berkembangbiaknya nyamuk jenis Aedes Aegypti. Masyarakat hendaknya  melakukan tindakan 4 M Plus seminggu sekali untuk pencegahan, yang dimaksudkan tindakan 4M Plus sendiri ialah 1. Menguras wadah air seperti bak mandi, tempayan, ember, vas bunga, tempat minum burung, penampung air kulkas agar telur dan jentik Aedes Aegypti mati, 2. Menutup rapat semua wadah air agar nyamuk Aedes tidak dapat masuk dan bertelur, 3. Mengubur atau memusnahkan semua barang bekas yang dapat menampung air hujan seperti ban bekas, kaleng bekas, pecahan botol, agar tidak menjadi sarang dan tempat bertelurnya nyamuk Aedes, kemudian ke  4. Memantau semua wadah air yang dapat menjadi tempat nyamuk Aedes berkembang biak, serta Plus yang ke 5. Jangan Menggantung Baju, Memelihara Ikan Pemakan Jentik, Hindari Gigitan Nyamuk, dan Membubuhkan Abate.

     

    Selain melakukan gerakan 4 M Plus, Pemkab Tanbu juga menghimbau seluruh Camat se-Tanbu melalui surat edaran Dinkes Tanbu untuk melakukan beberapa tindakan-tindakan dalam rangka mengantisipasi penyebaran dan penularan penyakit DBD dimasing-masing wilayahnya. Tindakan tersebut seperti membentuk Pokjanal Penanggulangan Penyakit DBD tingkat Kecamatan dengan melibatkan pihak terkait.

     

     

    Sementara itu, pihak Kecamatan agar berkoordinasi dengan Kepala Desa dan pihak terkait untuk melaksanakan Gotong Royong secara massal untuk membersihkan, mengubur, menutup benda-benda yang menampung air sehingga tidak menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegypti sebagai penyebab penularan penyakit DBD, serta berkoordinasi dengan kepala Puskesmas agar melaksanakan penyuluhan secara massal tentang DBD diwilayah masing-masing untuk mengefektifkan upaya pencegahan penyebaran penyakit DBD tersebut. *(JH/relhum)