Jalani Psikotes Setelah Dikarantina

    0
    6

    Sekda Tanbu memberikan arahan dihadapan Pegawai yang Terjaring Karantina diruang BKD Tanbu. ( FOTO : wing/hum )

     

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Sedikitnya 25 orang pegawai PNS dan Non PNS yang melakukan  pelanggaran disiplin secara berulang-ulang  menjalani psikotesdi ruang Karantina Badan Kepegawaian Daerah (BKD)Kabupaten Tanah Bumbu, Jumat (23/10) kemarin. Hal tersebut merupakan rangkaian dari pemberlakuan pola karantina setelah 3 hari sebelumnya para pegawai tersebut diberi pengarahan dan pembinaan.

     

    Kepala BKD Tanah Bumbu Dr.Ambo Sakka melalui Kasubbid  Pemberhentian dan Kesejahteraan Pegawai Syaikul Ansari, S.H. mengatakan. Psikotes ini bertujuan untuk mengukur sejauh mana kemampuan dan minat PNS dan Non PNS terhadap tugas pokok dan fungsi pekerjaan yang di lakukan  di SKPD masing-masing, melalui tes tersebut setidaknya akar permasalahan yang menyebabkan Pegawai tidak disiplin akan terlihat, baik itu kerena suasana kerja maupun  tugas yang diberikan atasan tidak sesuai dengan minat sebenarnya. Kemudian dari hasil psikotes yang terlihat, mereka akan diarahkan untuk mengembangkan minatnya terhadap bidang tugas lainnnya.

     

    Syaikul mengatakan, “tidak menutup kemungkinan,  salahsatu penyebab mereka malas masuk kerja dikerenakan tugas yang selama ini  diberikan tidak sesuai dengan minat dan kemampuannya, contohnya dia tak punya minat dan kemampuan di Dinas A maka dia akan dicarikan solusi untuk dipindahkan ke Dinas B yang sebenarnya memang  sesuai dengan minat  bakat dan kemampuannya,” terangnya.

     

    Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Tanah Bumbu Drs. Said Akhmad yang hadir untuk memberikan arahan sebelum Pegawai tersebut menjalani tes Psikotes menjelaskan, bahwa kegiatan karantina ini perlu diterima secara positif, aturan yang diterapkan Pemerintah Daerah melalui BKD  semata mata sebuah pembinaan, “Perlu disadari sebagai PNS maupun Tenaga PNS tidak hanya memberikan pelayanan,  namun juga menjadi contoh dan panutan dimata masayarakat, dengan demikian baik atau tidaknya citra pemerintahan tergantung sejauhmana anda meningkatkan kedisiplinan, baik disiplin masuk kerja maupun disiplin kinerja,” papar Said.

     

     

    Kita semua berharap, melalui pembinaan ini  dapat memberikan dampak positif terhadap pegawai sendiri maupun keberlangsungan  pelayanan kepada masyarakat, agar kedepannya tidak ada lagi pelanggaran pelanggaran oleh pegawai pemerintah daerah serta keluhan keluhan dari masyarakat atas pelayanan yang diberikan.*(JH/hum)