Tim PORA Memperketat Pengawasan WNA

    0
    5

    FOTO : Istimewa (Ilustrasi Pengusaha /Liputan6.com/Johan Fatzry)

     

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Imigrasi Kelas II Batulicin menggelar rapat koordinasi pembentukan Tim Pengawasan Orang Asing (Tim PORA), guna menjaga stabilitas keamanan nasional menyusul rencana terbukanya era globalisasi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) dan Asean Free Trade Area (AFTA), “Pengawasan orang asing sangat perlu dilakukan guna menjaga stabilitas keamanan nasional,” kata Irdamsyah,S.Sos, Kepala Imigrasi Kelas II Batulicin, Rabu (11/11) kemarin.

     

    Rapat Koordinasi ini untuk menghasilkan sinergitas dan menyamakan persepsi terhadap pengawasan orang asing, terbangunnya database pengawasan hebat berbasis IT serta terbangunnya kesadaran masyarakat demi keamanan dan partisipasi pembangunan daerah. Pengawasan orang asing dianggap sebagai bentuk antisipasi kemungkinan terjadinya pelanggaran keimigrasian. Pelanggaran itu bisa berupa penyalahgunaan izin tinggal, sampai kejahatan skala internasional seperti penyalahgunaan narkotika, pemalsuan uang asing, perdagangan manusia, terorisme dan kejahatan lainnya. Oleh karena itu, orang asing yang masuk ke indonesia harus sesuai dengan ijin kunjunganya.

     

    Sistem pengawasan terhadap orang asing tidak bisa dilakukan hanya oleh petugas kantor imigrasi saja, akan tetapi juga harus didukung oleh instansi pemerintah daerah, agar pelaksanaannya dapat berjalan dengan baik. Selain itu, terkait keberadaan dan pekerjaan mereka selama di indonesia juga perlu dilakukan pengawasan. Seperti halnya Tanbu, merupakan salah satu daerah yang sangat potensial menjadi tempat masuknya warga negara asing. Hal itu disebabkan, Tanbu banyak memiliki sumber daya alam dari sektor pertambangan, kelautan, perkebunan, dan sektor potensial lainnya yang mengundang minat orang asing.

     

    Tim Pengawasan Orang Asing ( FOTO : dd/hum )


    Sementara itu, Kepala Seksi dan Penindakan Keimigrasian (Kasi Wasdakim) Kantor Imigrasi Batulicin, Akhmad Muttaqim menjelaskan, pembentukan Tim PORA didasarkan pada Undang-Undang Nomor 06 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian Pasal 69 ayat 1, yaitu untuk melakukan pengawasan keimigrasian terhadap kegiatan Orang Asing diwilayah Indonesia, maka dibentuklah Tim PORA yang anggotanya berasal dari badan atau instansi pemerintah terkait.


    Demi meningkatkan pengawasan terhadap orang asing, Tim PORA akan memanfaatkan tekhnologi informasi seperti jejaring sosial dengan membuat grup anggota Tim PORA agar mereka dapat saling bertukar data dan informasi tentang keberadaan orang asing. Selain itu, akan merancang aplikasi Timpora Hebat dan e-Pora sebagai media komunikasi guna menukar data antar instansi yang berisi data orang asing bulanan di imigrasi, verifikasi data orang asing, statistic orang asing baik dari jumlah maupun kegiatannya serta data-data penunjang pengawasan lainnya. *(JH/relhum)