Tidak Hanya Sudirman, Ada Tokoh Lain Tahu Cerita (per)Panjang(an) Kontrak Freeport

    0
    33


    FOTO : net/www.voa-islam.com

    JAKARTA,BalarindangNews.com– Urusan Freeport memang tidak ada habisnya. Tidak hanya pada rezim saat ini saja, melainkan pada rezim-rezim sebelumnya. Freeport yang memiliki izin untuk “menguasai” sumber daya alam yang terkandung di dalamnya menjadikannya bancakan oleh siapapun yang memiliki kuasa dan usaha.

    Mantan Anggota DPR RI, dan juga seorang aktivis justru meminta semua yang pernah menjabat sebagai menteri ESDM atau lainnya yang berkaitan dengan Freeport untuk diperiksa. “Mumpung Ginandjar Kartasasmita dan lain-lain masih hidup. Semua menteri ESDM diperiksa,” kata Sri Bintang Pamungkas melalui akun Twitter pribadi miliknya @SB_Pamungkas.

    Indonesia yang memiliki sumber daya alam yang luar biasa kaya menurutnya sebuah harta yang paling berharga di dunia dalam bidang energi. Kekayaan ini pun merupakan amanah dan karunia dari Sang Maha Pencipta. Diperebutkan kekayaan Indonesia oleh orang atau negara, seharusnya pemerintah atau siapapun ikut menjaganya. Bukan justru sebaliknya yang menjadi orang lemah dan menyukai dimangsa oleh Asing.

    “Ironinya, mereka yang diberi amanat untuk mengelola energi justru adalah manusia-manusia lemah yang lebih suka dimangsa,” lanjutnya.

    Pada awalnya, Freeport diperebutkan karena ulah para mafia. Mereka lah yang menurutnya mengawali kehancuran negara ini dengan menjual murah pada pemangsa. Maka dari itu ia meminta kepada siapapun yang ingin menyelesaikan persoalan ini, orang-orang yang bersinggungan dahulu semstinya dipanggil dan dimintai keterangan.

    “Sebagian dari mafia itu masih hidup sebagai saksi, seperti Prof Dr. Emil Salim. Tim Sultan bertemu pada tahun 1967 dengan para CEO korporasi-korporasi transnasional.” Sebab itulah mengapa Freeport mendapatkan izin menggali tembaga, emas, dan lain-lain di Timika, Papua.

    Emil Salim yang masih hidup. Menurutnya akan mampu bercerita bagaimana kekayaan NKRI dibagi-bagi sebagai pengganti hutang Asing. Pada tahun 1991 Ginandjar Kartasasmita, Menteri ESDM memperpanjang kontrak Freeport sampai dengan tahun 2021. “Ginandjar pun masih hidup dan bisa bercerita tentang perpanjangan tersebut.”

    Semua paparan di atas ia sebut karena Sudirman Said saat ini telah ketahuan memperpanjang kontrak Freeport sampai 2041. “Mereka semua perlu dipanggil DPR RI untuk diperiksa, siapa-siapa penghianat republik ini. Dan mereka harus sukarela mau digantung sampai mati!”.*(Sumber-Berita: Robigusta Suryanto/voa-islam.id)