Pengamat: Asing (Freeport) Selalu Berpikir Orang Indonesia dapat Dibeli dengan Uang

    0
    5

    JAKARTA, BalarindangNews.com– Pengamat politik dari Universitas Paramadina, Herdi Sahrasad mengatakan bahwa perusahaan Freeport Indonesia selalu saja melanggar aturan-aturan yang telah ada di Negara. “Misalnya saja Freeport selalu melanggar perjanjian-perjanjian yang ada,” ucapnya, kemarin, di Cikini, Jakarta Pusat.

    Ia juga menyatakan Freeport memiliki pemikiran bahwa siapa dan apa saja dapat dibeli dengan uang, asalkan kepentingan mereka berjalan dengan lancar, khususnya untuk para birokrat dan pejabat-pejabat Indonesia. “Investor Asing itu sering katakana kalau orang atau pejabat Indonesia itu bisa dibeli agar harga cocok,” ungkapnya.

    Selain itu, ia juga mengingatkan, bila memang negara ingin membongkar dan menghabisi para oknum yang bermain di Freeport, ada baiknya tidak melalui retorika saja. Misalnya ia memberikan contoh, agar para pelaku-pelaku yang telah lama bermain tidak muncul kembali dengan adanya pelaku baru. “Konsisten itu penting. Garong-garong lama yang bermain, harusnya dihabisi hingga tuntas tanpa memunculkan garong-garong baru,” sarannya.

    Bukan hanya untuk Freeport saja usulan itu. Tetapi untuk Petral pun ia menyarankan agar berbuat demikian. Agar penyelesaian itu dapat terealisasi, ia pun meminta kepada social society dan para awak media Tanah Air ikut mendukungnya. “Harus ada yang mendukung, termasuk media,” tutupnya. *(sumber berita:Robigusta Suryanto/voa-islam.com)