Maulid Nabi : Mengedepankan Sikap Moral dan Keikhlasan

    0
    5

    Pj Bupati Tanbu Drs.H. Wahyuddin, M.AP saat memberikan sambutan dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Masjid Agung Nurussalam.(FOTO:wing/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Memaknai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, sudah seharusnya seluruh aparatur negara meneladani kepemimpinan Rasulullah. “Keteladanan Rasullulah dapat kita aplikasikan dalam tugas sebagai pelayan masyarakat yang lebih mengedepankan sikap moral berupa keikhlasan, sehingga sikap yang dimiliki Rasulullah senantiasa menjadi pijakan aparatur ketika menjalankan tugas,” kata Pj Bupati Tanah Bumbu Drs. H. Wahyuddin, M.AP di Mesjid Agung Nurussalam Gunung Tinggi, Senin (14/12) kemarin.

    Peringatan kelahiran Nabi Muhammad SAW merupakan sebuah momentum perenungan, guna menghayati keteladanan yang dimiliki Rasullulah sebagai pemimpin dunia, meneguhkan kembali kecintaan terhadap Rasulullah, meneladani perilaku dan perbuatan mulia, serta melestarikan ajaran dan misi perjuangan Rasulullah. “Beliau adalah sosok mahluk yang termulia di dunia dari segi akhlak, baik hubungan kepada manusia maupun hubungan kepada Allah SWT untuk itu sangatlah pantas dalam keseharian selalu mencontoh perbuatan beliau,” terang Wahyuddin.

    Oleh karena itu, setiap aparatur  harus memiliki kualitas moral personal  yang prima, yaitu jujur, amanah, menyampaikan apa adanya dan cerdas. Keteladanan kepemimpinan Rosulullah yang demikian menjadi kunci sukses dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat, jangan sampai timbul sikap-sikap yang mengarah pada kedurhakaan terhadap Allah SWT.

     

    Habib Husin Al Jufri saat memberikan Tausyah dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Mesjid Agung Nurussalam. (FOTO:wing/hum)

    Sementara itu, Habib Husin Al Jufri dalam tausiyahnya mengingatkan, bahwa setiap individu  akan menghadap kepada Allah, kelak di akhirat akan dimintai pertanggung jawabannya. Sudah barang tentu kedurhakaan yang dilakukan didunia akan mendapatkan balasan di hari akhir nanti. “Sebagai balasan  perbuatan kedurhakaan yang pernah manusia lakukan didunia, di alam akhirat nanti akan disiapkan dengan berbagai siksaan mengerikan,” kata Habib Husin Al Jufri.

    Habib Husin Al Jufri juga menyampaikan, agar kita semua memperbanyak dzikir, sholawat untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT. “Untuk itu sebagai umatnya banyak-banyaklah kita bershalawat kepada beliau dan mengikuti sunah-sunahnya, sehingga barokahnya bisa memberi keselamatan kita baik di dunia dan akhirat berkat shafaatnya,” tuturnya.

    Diharapkan, dengan adanya peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kedepannya akan lebih memahami makna yang mendalam, sehingga tidak hanya sebatas memahami dan  memperingatinya sebagai hari kelahirannya dengan serangkaian ritual maupun simbolik saja, namun perlu diwujudkan dengan menerapkan perilaku keteladannya sebagai pedoman dan pijakan.*(JH/hum)