Cegah Penyebaran Jembrana, Distanpanak Tanbu Vaksinasi Sapi

    0
    4

    FOTO : bp.blogspot.com/net

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Keseriusan Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) kab Tanah Bumbu (Tanbu) dalam mencegah menyebarluasnya penyakit jembrana pada hewan ternak sapi terus dilakukan dengan memberikan vaksinasi pada sapi yang sehat, “vaksinasi pada ternak sapi bali dilakukan mengingat bahwa sapi bali sangat rentan terhadap penyakit jembrana,” kata Abdul Karim selaku Kadistanpanak Tanbu, Rabu (20/1), di Gunung Tinggi.

    Kegiatan vaksinasi sapi bali merupakan kerjasama Distanpanak Tanbu bersama dengan Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Selatan dengan sasaran program vaksinasi ini adalah masyarakat yang memelihara sapi bali. Sejauh ini tim petugas kesehatan hewan Distanpanak telah diturunkan untuk melakukan vaksinasi terhadap hewan ternak sapi baliyang ada di perkampungan. Program tersebut telah dilakukan sejak tahun 2015 lalu dan akan dilanjutkan pada tahun 2016 ini sebagai upaya untuk memberikan kekebalan tubuh pada hewan ternak khususnya sapi bali yang sehat agar tidak terserang penyakit jembrana.

    Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Tanbu, Abdul Karim. (FOTO:dd/hum)

    Abdul Karim mengatakan, “sepanjang tahun 2015 yang lalu sebanyak 700 ekor sapi telah di vaksin dan akan berlanjut di tahun 2016. Ditargetkan sebanyak 800 ekor sapi yang akan divaksin pada tahun 2016,” paparnya.

    Sementara itu, kegiatan vaksinasi jembrana pada ternak sapi dijadwalkan akan dilaksanakan sebanyak 2 (dua) kali dalam setahun, pemberian vaksinasi juga dilakukan secara cuma-cuma atau tidak dipungut biaya. Selain vaksinasi, faktor pendukung pencegahan penyakit jembrana juga dapat dilakukan dengan penyemprotan vector (Tabanussp).

    Penyakit jembrana pada hewan tenak khususnya sapi sangat memberikan dampak yang negatif bagi masyarakat, salah satunya menimbulkan kerugian ekonomi pemeliharanya, sebab banyak hewan yang mati akibat penyakit tersebut. Oleh karenanya, masyarakat pemelihara sapi harus memperhatikan gejala sapi yang terserang virus jembrana, diantaranya lesu dan nafsu makan berkurang disertai diare bercampur darah serta demam tinggi, apabila terlambat mendapat pertolongan maka organ vital akan membengkak, pembesaran terjadi pada limpa  dan scapularis, fernoralis dan parotis, yang disertai juga keringat bercampur darah.

    Dengan demikian perlu adanya koordinasi dini antara masyarakat pemelihara sapi dan petugas kesehatan Distanpanak agar tidak terjadi penyebarluasan penyakit jembrana pada sapi. “Kami berharap masyarakat lebih interktif didalam pencegahan penyakit ini melalui koordinasi dan kerjasama dengan petugas-petugas lapangan Distanpanak, sehingga Tanah Bumbu bebas dari penyakit jembrana,” pinta Abdul Karim. *(JH/relhum)