Populasi Sapi Meningkat di Tanbu

    0
    10

    Melalui program GB-IB populasi ternak diharapkan terus meningkat.(FOTO:dd/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Atas keberhasilan program Gertak Birahi dan Inseminasi Buatan (GB-IB) pada ternak sapi dalam meningkatkan populasi sapi, Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan menjadikan kab Tanah Bumbu (Tanbu) sebagai kabupaten percontohan. “Tanbu dijadikan sebagai kabupaten percontohan di Kalimantan Selatan karena telah berhasil dalam menjalankan program GB-IB pada ternak sapi,” kata Agus Susanto Kabid Produksi dan Pengembangan Peternakan, belum lama tadi di Batulicin.

    Dalam pelaksanaan program GB-IB tersebut, kab Tanbu menempati urutan pertama di kalimantan selatan sebagai kabupaten yang telah sukses meningkatkan produksi sapi. “Dengan keberhasilan yang telah diraih tersebut, maka tim dari kementerian datang ke kab Tanbu untuk melihat keberhasilan program GB-IB di Kalsel,” tambah Agus.

    Program GB-IB adalah proses percepatan peningkatan produksi ternak dengan melaksanakan gertak birahi, salah satunya dengan memberikan suntikan hormone. Program ini merupakan salah satu cara yang tepat untuk lebih meningkatkan birahi sapi agar mudah melakukan proses perkawinan, dengan cara itu, potensi kehamilan sapi menjadi lebih cepat untuk menghasilkan keturunan yang baru. Gertak birahi ini juga bisa dilakukan pada semua jenis sapi, sehingga semua peternak sapi dapat menerapkannya.

    Sejak dilaksanakannya program GB-IB tahun 2015 lalu, kab Tanbu telah mencapai keberhasilan pelaksanaan program tersebut hingga 70 persen dari target yang diberikan. Sebanyak 1.500 lebih ekor sapi target capaiannya telah terlaksana pada tahun 2015 yang lalu dari target yang ditentukan sebanyak 2.000 lebih ekor sapi. Jumlah populasi sapi mencapai sebanyak 21.192 ekor yang tersebar di 110 desa se-Tanah Bumbu.

    Sementara itu, untuk menunjang proses pelaksanaan program GB-IB Pemkab Tanbu bekerjasama dengan Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan dan juga melibatkan dokter hewan, petugas tekhnis peternakan, dan PPL serta peternak sapi. Selain itu pemerintah juga melakukan sejumlah program lain seperti peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) di sektor peternakan agar petugas di lapangan menjadi lebih profesional dan berwawasan agri bisnis. *(JH/relhum)