Cegah Rabies dengan Eliminasi dan Vaksinasi

    0
    4

    FOTO:Ilustrasi/balitoday.net

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Sebagai upaya untuk menanggulangi penyebaran penyakit rabies, Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) Tanah Bumbu (Tanbu) melalui Bidang Keswan dan Keswavet rutin melakukan kegiatan vaksinasi dan Eliminasi pada anjing liar atau pun anjing peliharaan, “kegiatan vaksinasi rabies pada anjing peliharaan bertujuan untuk mencegah terjadinya penyebaran penyakit rabies,   karena tingginya populasi anjing di wilayah Tanbu,” kata Abdul Karim, Kepala Distanpanak, Senin (22/2), di Batulicin.

    Hal tersebut dilakukan mengingat, populasi anjing di Tanbu yang telah mencapai 2.038 serta telah terjadi sebanyak 15 kasus gigitan anjing sepanjang tahun 2015. Kasus gigitan biasanya terjadi di desa-desa dengan populasi anjingnya tinggi atau desa-desa yang masyarakatnya banyak memelihara anjing. Tanbu sendiri merupakan kabupaten kota yang terdiri dari sepuluh Kecamatan, dimana mayoritas penduduknya memelihara anjing. Beberapa wilayah yang populasi anjingnya tinggi ialah di Kecamatan Sungai Loban, Kecamatan Kuranji, Kecamatan Karang Bintang, dan Kecamatan Mantewe, dengan populasi masing-masing diatas 250 ekor. Karena hampir semua kecamatan penduduknya ada yang memelihara anjing, maka potensi penyebaran penyakit rabies di Tanbu sewaktu-waktu akan muncul. Dengan demikian, berbagai upaya seperti sosialisasi kepada masyarakat guna menekan kasus penyebaran penyakit rabies  juga harus dilakukan.

    Meski terjadinya kasus gigitan anjing diduga hanya karena prilaku agresivitasnya anjing, hal tersebut biasa terjadi pada induk anjing yang baru melahirkan, anak-anak anjing yang menginjak remaja, serta orang atau tamu yang baru di kenalnya, namun upaya mengantisipasi penyakit rabies tetap harus dilakukan. Pelaksanaan kegiatan eliminasi dan vaksinasi merupakan permintaan masyarakat yang daerahnya memiliki tingkat populasi anjing yang tinggi, “kegiatan Eliminasi tersebut dilaksanakan atas permintaan masyarakat melalui surat dari Kepala Desa atau permintaan dari instansi terkait,” kata Abdul Karim.

    Penyakit rabies atau anjing gila adalah penyakit menular akut yang menyerang susunan syaraf pusat yang disebabkan oleh virus kelompok familia rhabalao viridae dan genus lysavirus yang mengakibatkan kematian. Rabies dapat menyerang semua hewan berdarah panas termasuk manusia. Penularan rabies pada hewan dan manusia terjadi melalui gigitan hewan yang menderita rabies, adapun hewan-hewan yang biasanya dapat menularkan virus ini adalah hewan berdarah panas seperti anjing, kucing, dan kera.

    Sementara itu, program kegiatan vaksinasi rabies yang telah dilaksanakan pada tahun 2015 mencapai 1.450 ekor, sedangkan kegiatan Eliminasi telah dilaksanakan sebanyak 112 ekor. Kegiatan Eliminasi dilakukan pada anjing liar dan anjing peliharaan yang tidak bisa di vaksin, serta anjing peliharaan yang tidak dipelihara dengan baik dan dibiarkan berkeliaran di sekitar pemukiman masyarakat. Untuk tahun 2016, Distanpanak Tanbu juga akan melaksanakan Vaksinasi dengan target sebanyak 1.600 ekor anjing dan kegiatan Eliminasi sebanyak 112 ekor. *(JH/relhum)