Genjot Produksi Beras, Tanbu Cetak Sawah 150 Hektare

    0
    27

    Bupati Tanbu Mardani H Maming saat kegiatan tanam perdana padi di Kec. Kusan Hilir. (FOTO:dd/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com–Guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian  dalam rangka mendukung target program ketahanan pangan nasional. Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan (Distanpanak) kab Tanah Bumbu (Tanbu) akan melakukan perluasan lahan sawah baru seluas 150 hektare. “Untuk melakukan program pembukaan lahan persawahan baru seluas 150 ha menggunakan dana yang berasal dari APBN,” kata Abdul Karim, Kepala Distanpanak, Selasa (23/2) di Batulicin.

    Perluasan lahan tersebut diperkirakan akan menelan biaya sebesar Rp. 2.121.108.000 (dua milyar seratus dua puluh satu rupiah seratus delapan ribu rupiah). Untuk perluasan lahan sawah baru dari lahan vegetasi berat atau lahan yang masih banyak dipenuhi pohon besar dan berupa hutan, per satu hektarenya diperkirakan memakan biaya sekitar Rp. 16.500.000 (enam juta lima ratus ribu rupiah). Dengan demikian, untuk memperoleh hasil maksimal dalam perluasan lahan sawah baru, hal utama yang perlu diupayakan adalah informasi tentang ketersediaan lahan, akan tetapi lahan yang akan dikembangkan juga harus sesuai secara agroekologi.

    Lahan persawahan di Kusan Hilir. (FOTO:dd/hum)

    Program perluasan lahan sawah tersebut rencananya akan berlangsung di lima desa di Kecamatan Kusan Hilir, dari kelima desa tersebut, antara lain Desa Salimuran yang ditangani oleh Kelompok Tani Karya Tani untuk lahan seluas 26 ha, dan Desa Karya Bakti oleh Kelompok Tani Bersujud dengan lahan seluas 24 ha, kemudian Desa Pulau Tanjung oleh Kelompok Tani Karya Muda dengan lahan seluas 25 ha, Desa Satiung oleh Kelompok Tani Berkat Bersama dengan lahan seluas 25 ha, dan Desa Serdangan oleh Kelompok Tani Bunga Teratai dengan lahan seluas 50 ha.

    Aktifitas petani menggarap lahan persawahan. (FOTO:dd/hum)

    Sementara itu, dalam pelaksanaannya, program cetak sawah baru dilakukan pemerintah daerah bersama jajaran TNI Angkatan Darat (AD), sedangkan mobilisasi alat dan pergeseran pasukan untuk pembukaan lahan baru tersebut dijadwalkan pada minggu ketiga bulan Februari 2016. Upaya ini diharapkan mampu lebih meningkatkan hasil produksi petani sehingga target swasembada beras secara nasional bisa terpenuhi, “perlu adanya penambahan lahan tanaman pangan melalui program perluasan sawah guna mendorong percepatan pencapaian surplus beras secara nasional,” kata Abdul Karim.

    Untuk mencapai target tersebut, diperlukan sinergitas yang baik antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah berupa koordinasi antara Kementerian Kehutanan, Badan Pertanahan Nasional, hingga Kementerian Pekerjaan Umum. Selain itu kerjasama yang baik juga perlu dijalin dari semua pihak mulai tingkat pusat sampai ke daerah, tidak sedikit TNI yang dilibatkan untuk mendukung program tersebut. Seperti diketahui bersama, beberapa tahun terakhir kebutuhan pangan terus meningkat, sedangkan alih fungsi lahan persawahan setiap tahunnya terjadi secara massif, pada areal yang cukup luas, padahal ketersediaan pangan telah menjadi salah satu faktor penentu stabilitas nasional suatu negara baik dibidang ekonomi, keamanan, politik, dan sosial. *(JH/relhum)