Menciptakan Keamanan dan Ketertiban Melalui Rakor

    0
    14

    Sekda Tanbu Drs. H. Said Akhmad, M.M (tengah)  membuka Rakor dalam rangka Menciptakan Kondisi Daerah yang Aman dan Tertib. (FOTO:dd/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Beragamnya agama, suku, ras, dan budaya di Indonesia merupakan kekayaan bangsa yang dapat memberikan kontribusi positif dalam menciptakan kesejahteraan masyarakat, namun disisi lain kondisi yang demikian justru membawa dampak buruk bagi kehidupan nasional apabila terdapat ketimpangan pembangunan, ketidak adilan, kesenjangan sosial dan ekonomi. Didasari hal tersebut, Kamis (25/2) , Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tanbu bersama dengan Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial menggelar Rakor Konsolidasi Pengendalian dan Pengawasan, di Batulicin.

    Rakor yang dibuka oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu Drs. H. Said Akhmad, M.M juga dihadiri undangan dari Kodim 1022 Tanbu, Polres Tanbu, Kejaksaan Negeri, MUI dan Instansi Pemerintah Daerah terkait yang tergabung dalam Tim Terpadu Penanganan Konflik Sosial bertujuan untuk menciptakan keamanan dan ketertiban dimasyarakat sehingga dapat mendukung percepatan pembangunan.

    Peserta rakoor antusias mendengarkan arahan yang disampaikan oleh Sekda Tanbu Drs. H. Said Akhmad, M.M. (FOTO:dd/hum)

    Sekda Tanbu Drs. H. Said Akhmad, M.M mengatakan, “kondisi sosial yang aman, nyaman dan tertib tentunya akan berdampak pula pada percepatan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di daerah,” katanya.

    Untuk menciptakan kehidupan masyarakat yang aman, damai dan sejahtera, perlu komitmen dan peran aktif dari semua pihak yang terlibat baik itu pemerintah daerah dan masyarakat melalui sinergitas diantara TNI Polri, Pemerintah, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan lainnya serta Pers. Selain itu, upaya memelihara kondisi damai dan harmonis dalam hubungan sosial kemasyarakatan, serta meningkatkan tenggang rasa dan toleransi juga perlu dilakukan.

    Sekda menambahkan, pengawasan datangnya penduduk baru atau pendatang baru ke kabupaten Tanbu juga harus dilaporkan. Jika ada gelagat atau potensi masalah disuatu wilayah haruslah cepat diantisipasi, jangan sampai terjadi konflik baru dilaporkan. Upaya pencegahan lebih penting untuk dilakukan jangan sampai konflik atau masalah dimasyarakat menjadi meluas dan anarkis, “apabila ada pendatang baru, maka RT maupun Kepala Desa harus tahu dan mendata, hal itu sebagai bentuk antisipasi dan mempermudah pencarian informasi apabila timbul hal yang tidak diinginkan,” tambah Said Akhmad.

    Dengan demikian, peran seluruh lapisan masyarakat serta instansi terkait dalam hal pengawasan dan pencegahan perlu ditingkatkan, sehingga potensi yang dapat mengganggu keamanan dan ketertiban dimasyarakat seperti narkoba, aliran sesat, pencurian, dan konfik lainnya dapat dicegah dan diminimalisir.*(JH/relhum)