Tingkatkan Profesionalisme ASN Melalui Tes Kompetensi

    0
    21

     

    Wakil Bupati H. Sudian Noor membuka tes kompetensi bagi pejabat di lingkungan pemkab Tanbu. (FOTO:dd/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.comSebagai upaya meningkatkan kualitas dan profesionalitas kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), Badan Kepegawaian Daerah (BKD) menggelar tes pengukuran kompetensi bagi  pejabat eselon III dan eselon IV dilingkungan pemkab Tanbu. “Tes kompetensi bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan profesionalitas kerja bagi ASN dalam menyelenggarakan pilar pemerintahan yang baik, bersih, dan berwibawa,” kata Sudian Noor selaku Wakil Bupati Tanbu, Selasa (15/3), di Gedung Mahligai Bersujud, Kec. Simpang Empat.

    Sedikitnya 50 orang pejabat eselon III dan eselon IV mengikuti tes pengukuran kompetensi tersebut, terdiri dari pejabat administrator tingkat esselon III yang berjumlah 12 orang dan pejabat pengawas setingkat esselon IV sebanyak 28 orang.Tes kompetensi berlangsung selama empat hari, mulai tanggal 15 sampai dengan 18 Maret 2016 dengan sumber pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun anggaran 2016.

    Pejabat esselon III dan IV mengikuti tes kompetensi. (FOTO:dd/hum)

    Sementara itu, Kepala BKD Tanbu, Dr. Ambo Sakka, M.Pd menyampaikan,Diselenggarakannya tes kompetensi merupakan kerjasama antara pemerintah Kabupaten Tanbu dengan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melalui Balai Pengukuran Kompetensi Pegawai Badan Kepegawaian Daerah Istimewa Yogyakarta. Dalam kegiatan tersebut, sebanyak tujuh orang Tim penilai atau Assesor diambil dari Yogyakarta di antaranya Anita Verawati, S.Psi, Rini Anawati, S.Psi, Diar Kusumawati, M.Psi, Sri Samiasih, S.Sit, Hendra Yuandana, S,Psi, Haryo Setyo Akhmad Yani, S.Psi, dan Sep Sulistyanto, S,Psi.

    Pelaksanaan Uji Kompetensi bagi para pejabat ini, didasarkan atas Undang-Undang Aparatur Sipil Negara (UU ASN) Nomor 5 Tahun 2014 tentang tuntutan profesi ASN yang professional berlandaskan kompetensi.Berdasarkan UU ASN tersebut, seluruh pejabat harus didata, diinventarisir, baik kompetensi maupun dinamika psikologis yang dimiliki oleh seorang pejabat.

    Kepala BKD Tanbu Dr. Ambo Sakka, M.Pd menyampaikan laporan pelaksanaan tes kompetensi. (FOTO:dd/hum)

    Pengukuran Kompetensi ini berlaku juga untuk pejabat Esselon II di lingkungan Pemkab Tanbu.Namun tempatnya berbeda karena untuk esselon II dilaksanakan diluar daerah, sedangkan pejabat esselon III dan IV bisa dilaksanakan di dalam daerah.Untuk esselon III dan IV bisa kita laksanakan di daerah dengan mendatangkan langsung para assesornya. Selain itu, keuntungan dilaksanakannya didaerah yaitu pejabat yang mengikuti pengukuran kompetensi jumlahnya bisa jauh lebih besar.

    Ambo Sakka berharap, melalui pengukuran kompetensi itu setidaknya dapat diketahui data atau informasi awal tentang kemampuan dan kompetensi yang dimiliki seorang pejabat yang menjadi acuan bagi pengambil kebijakan khususnya pembina kepegawaian dalam melaksanakan mutasi atau promosi jabatan berikutnya. “Kita berharap ditahun-tahun mendatang, semua pejabat yang menduduki jabatan betul-betul sesuai dengan kompetensi dan profesionalitas yang dimilikinya,” katanya.*(JH/relhum)