Desa Batulicin Irigasi Terapkan Larangan Merokok di Dalam Rumah

    0
    19

     

    Salah satu lingkungan perumahan masyarakat Desa Batulicin Irigasi Kec Karang Bintangyang telah menerapkan kawasan bebas asap rokok dengan membuat tempat khusus merokok. (FOTO:win/hum)

    KARANG BINTANG, BalarindangNews.comSebagai upaya dalam meningkatkan kesehatan masyarakat, Desa Batulicin Irigasi Kecamatan Karang Bintangmenerapkan kawasan bebas asap rokok. “Perlu diciptakan kawasan tanpa rokok (KTR) dalam upaya melindungi masyarakat terhadap resiko gangguan kesehatan yang disebabkan pencemaran udara yang ditimbulkan dari asap rokok,” kata Supriyadi selaku Kepala Desa Batulicin Irigasi, belum lama tadi.

    KTR merupakan bagian dari program tata ruang yang bertujuan untuk mengurangi tingkat pencemaran lingkungan melalui polusi udara, biasanya sering dijumpai di beberapa tempat di kota besar, terutama kota yang memiliki banyak ruang-ruang publik. Berkaca dari hal tersebut, pemerintah desa mulai menerapkannya di wilayah pedesaan dengan menciptakan kesadaran masyarakat  agar setiap rumah bebas dari asap rokok.

    Berbagai langkah diambil untuk mewujudkan lingkungan rumah bebas dari asap rokok, salah satunya dengan membuat tempat khusus untuk merokok, “warga yang terbiasa merokok harus memiliki tempat khusus disekitar lingkungan rumahnya, dengan mencantumkan tulisan Pojok Merokok,” papar Supriyadi.

    Desa yang memiliki jumlah 454 Kepala Keluarga dengan  jumlah  penduduk 1.575 jiwa tersebut,sebagian warganya sudah memiliki kesadaran untuk tidak merokok dilingkungan rumahnya sendiri.Didepan pintu rumah warga sendiri juga terpasang stiker yang bertuliskan untuk tidak merokok di dalam rumah, upaya tersebut dilakukan demi menjaga lingkungan rumah agar tidak tercemar asap rokok dan menciptakan udara yang brsih dan sehat.

    Supriyadi menambahkan, “ini artinya kalau warga yang mau merokok harus menempatkan diri di lokasi yang bertuliskan pojok merokok sehingga asap rokok tidak mencemari disekitar ruangan rumahnya,” jelasnya.

    Penerapan kawasan bebas rokok didasari dari Peraturan Desa (Perdes) dengan menghimbau warganya untuk tidak merokok di sembarang tempat. Dengan dikeluarkannya Perdes tersebut, dapat menggugah kesadaran warga agar terus menjaga lingkungan nya akan bahaya asap rokok bagi orang disekitarnya.Harapan kami penerapan dapat memberi nilai positif bagi kesehatan warga serta  dapat menjadi contoh bagi daerah lain,” pungkas Supriyadi.*(JH/hum)