Mappanretasi, Destinasi Wisata Budaya Unggulan Tanbu

    0
    17

     

    Ketua Lembaga Adat Kab. Tanbu H. Burhansyah berharap, acara Mappanretasi kedepannya akan lebih meriah dan tetap menjunjung tinggi nilai budaya yang terkandung dalam prosesi melarung. (FOTO:doc ES)

    PAGATAN, BalarindangNews.com-Tradisi melarung dalam acara Adat Mappanretasi (memberi makan di laut) di Kab. Tanah Bumbu (Tanbu) adalah salah satu tradisi yang menjadi budaya di Indonesia. Sebelum acara puncak melarung dilaksanakan, selama dua pekan, berbagai event digelar dalam memeriahkan budaya yang turun temurun setiap tahunnya dilakukan oleh masyarakat pagatan. Hal ini dilakuan sebagai simbol budaya yang patut dilestarikan dan ungkapan rasa syukur atas limpahan hasil tangkapan laut bagi nelayan yang tinggal di pesisir pantai pagatan.

    Ketua Lembaga Adat Kabupaten Tanbu, H.Burhansyah, yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Tanbu selama dua kali periode ini menjelaskan bahwa, “pesta pantai atau Mappanretasi ini adalah salah satu budaya adat yang patut di lestarikan dan dilakukan setiap tahunnya,” kata Burhansyah, selasa (5/4) pagi tadi, saat BalarindangNews.com bertandang ke kediamannya.

    Pelaksanaan prosesi melarung sebagai wujud ungkapan rasa syukur masyarakat pagatan atas hasil tangkapan laut yang melimpah. (FOTO:ES)

    Pelaksanaan acara Mappanretasi tahun ini tidak semata-mata mengedepankan hiburan untuk memeriahkan budaya tersebut, namun dibalik segala bentuk kegiatan dan hiburan dalam acara ini, upacara adat melarung merupakan kunci utama sebagai pelaksanaan pesta budaya Mappanretasi. Acara mappanretasi kali ini berbeda dengan tahun-tahun yang telah lalu, biasanya acara budaya adat ini di laksanakan oleh Lembaga Adat. Kini kegiatan tersebut dilaksanakan oleh pihak ketiga, namun masih didalam pengawasan dan pantauan Lembaga adat guna menjaga tradisi dan kelestarian budaya tersebut.

    “Diharapkan pelaksanaan Mappanretasi tahun ini lebih meriah dan dapat mengundang animo masyarakat luas untuk datang menyaksikan budaya adat Kab. Tanbu, sehingga akan menjadi destinasi wisata budaya unggulan di Indonesia. Kedepannya, acara Mappanretasi akan semakin baik lagi, menarik minat wisatawan luar negeri, serta mampu menunjang pengembangan potensi wisata Tanbu,” papar Burhansyah.*(JH/BNews)