Meningkatkan Produktifitas Sapi Melalui Asuransi Ternak

    0
    22

     

    Dengan adanya asuransi ternak, dapat mendorong peternak untuk meningkatkan produktifitas ternak dalam upaya pencapaian program swasembada pangan yang berasal dari hewani. (FOTO:dd/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.comSebagai upaya untuk melindungi hewan ternak yang mengalami gagal usaha,  Rabu (6/4), Ketua Kelompok Ternak dan Penyuluh Peternakan se- Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) mengikuti Sosialisasi Asuransi Ternak yang digelar oleh Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan di Batulicin.

    Kepala Distanpanak Tanbu, Abdul Karim, M.M melalui Sekretaris Distanpanak, H. Fathuddin, M.AP menyambut baik dengan dilaksanakannya sosialisasi asuransi ternak tersebut, menurutnya berbagai perlindungan atas segala resiko dalam pengembangan ternak sapi dapat dicarikan solusinya.

    Senada dengan hal tersebut, Kepala Bidang Keswan Kesmavet dan Usaha Agri Bisnis Distanpanak Tanbu,  Fitriansyah, S.IP mengatakan, “sosialisasi Asuransi Ternak yang dilaksanakan di Distanpanak Tanbu, bertujuan untuk memberikan perlindungan terhadap hewan ternak dari ancaman gagal usaha dalam mengembangkan ternak sapi,” kata Fitriansyah.

    Fitriansyah juga menjelaskan,peternak yang ingin mengikuti asuransi ini wajib menyetor premi asuransi sebesar 2 persen dari harga sapi perekornya dan jangka waktu asuransi selama satu tahun, dengan pembayaran klaim 14 hari setelah persetujuan jumlah kerugian,” tambahnya.

    Melalui asuransi, berbagai resiko yang dihadapi para peternak dalam pengembangan populasi sapi akan dijamin pihak asuransi. Resiko tersebut antara lain adalah kematian sapi yang disebabkan karena sakit, kematian sapi yang dikarenakan kecelakaan dan melahirkan, serta kehilangan sapi karena pencurian.Secara tekhnis, syarat untuk pengajuan klaim antara lain terjadi kematian dengan  kematian diperiksa oleh dokter hewan, kehilangan dengan berita acara polisi dan melapor pada konsorsium.

    Diharapkan dengan adanya asuransi ternak, dapat mendorong kelompok ternak atau peternak untuk meningkatkan produktifitas ternak yang dipeliharanya dalam upaya pencapaian program swasembada pangan yang berasal dari hewani.*(JH/relhum)