HUT Dekranas ke 36 ,Tenun Pagatan Dipamerkan

    0
    8

     

    Ketua TP PKK Tanbu Hj. Erwinda di dampingi Ketua TP PKK Propinsi Kalsel Hj. Raudhatul Jannah  meninjau Stand Pameran Dekranasda Kalsel sekaligus melihat motif tenun Pagatan yang ikut dalam Promosi Kerajinan Daerah. (FOTO:win/hum)

    JAKARTA, BalarindangNews.com-Ketua Tim Penggerak PKK Tanah Bumbu Hj. Erwinda Mardani hadir dalam peringatan HUT Dekranas ke 36 dirangkai dengan kegiatan pameran Dekranas se indonesia di Gedung Smesco Jakarta, Selasa (17/5) kemarin.  Dalam kesempatan tersebut, Kerajinan Tenun Pagatan yang menjadi unggulan di Tanbu dipromosikan dalam stand Dekranasda Prov. Kalsel.

    HUT ke 36 Dekranas dibuka langsung oleh Iriana Joko Widodo, didampingi Hj. Mufidah Yusuf Kalla diikuti oleh Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE Kabinet Kerja), Menteri Perindustrian dan Perdagangan Saleh Husein dan Pengurus Dekranasda, dengan mengambil Tema  “Perajin Dekranas Kreatif di Dunia Digital”, tema tersebut sejalan dengan berlakunya Pasar Bebas Asean yang dikenal dengan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) dimana Produk Kerajinan Indonesia akan bersaing dengan produk sejenis di Negara ASEAN seperti Thailand dan Vietnam.

    Dengan adanya pameran, diharapkan kerajinan tenun diseluruh Indonesia dapat dikenal luas oleh masyarakat bahkan hingga ke luar negeri, khususnya tenun pagatan yang merupakan kerajinan unggulan di Kab. Tanbu. “Melalui pameran ini saya berharap tenun Pagatan bisa dikenal masyarakat dari berbagai daerah bahkan diluar negeri, untuk itu hasil jangan sampai pada tingkat promosi saja, selebihnya produksinya  agar  lebih meningkat lagi,” kata Hj. Erwinda.

    Melihat dari sisi ekonomi, pengembangan tenun Pagatan otomatis akan memberi dampak bagi kesejahteraan warga. Dengan demikian PKK dan Dekranas perlu saling sinergi. PKK dan Dekranasda dapat saling berbagi informasi agar bisa saling menyusun program dan strategi pembangunan kedepan. Karena bagaimanapun juga Dekranasda  bisa menggerakkan ekonomi rakyat dan PKK menggerakkan ekonomi rumah tangga.

    Hj. Erwinda juga menambahkan, “Kita perlu berbangga, kerena  kerajinan Tenun Pagatan bisa ambil bagian dalam pameran  promosi kerajinan  daerah  di tingkat nasional, disamping itu pengunjung yang datang akan melihat langsung bahwa kita juga memiliki tenun ciri khas budaya sendiri,” imbuhnya.

    Kedepannya, Dekranasda Tanbu akan terus berupaya mengoptimalkan tenun Pagatan dengan melakukan pembinaan ke berbagai kelompok yang ada di sentra kerajinan tersebut, serta mendorong warga agar memiliki minat belajar mengolah tenun ciri khas daerah sendiri, sehingga Dekranada dan Dinas terkait sendiri mampu mencetak generasi penenun yang diharapkan. *(JH/hum)