Tanbu Upayakan Kesejahteraan Petani Meningkat

    0
    2

     

    Sekda Tanbu H. Said Akhmad saat membuka Diskusi Penetapan Program Kerja Sinergi Tahun 2016 Klester Padi Unggul di Kecamatan Kusan Hulu Kabupaten Tanah Bumbu.(FOTO:dd/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Sebagai upaya untuk mengembangkan  sektor pertanian dalam rangka mensejahterakan petani, pemerintah Kab Tanah Bumbu (Tanbu) menjalin kerjasama dengan Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Prov Kalsel. “Kerja sama tersebut tertuang dalam Memorandum Of Understanding (MoU)  Pengembangan Klaster Padi Unggul di Tanah Bumbu,” kata Sekretaris Daerah H. Said Akhmad melakukan diskusi penetapan program kerja sinergi tahun 2016, Selasa (24/5) di Gunung Tinggi Batulicin.

    Dalam diskusi tersebut juga disusun rencana program tahun 2016 yang meliputi kegiatan koordinasi singkronisasi program dengan dinas dan instansi terkait, penetapan poktan peserta kelester program pengembangan klaster padi unggulan, sosialisasi pelaksanaan program kerja sinergi pengembangan klaster padi unggul, inventarisasi lahan peserta klaster, sosailisasi program sertifikasi, pengukuran lahan, pengeluaran sertifikasi, akses peningkatan produksi melalui bantuan benih dan prasarana, pengendalian hama penyakit, pengembangan padi organic, pengembangan jalan usaha tani, pembinaan SDM, Fasilitasi dan Intermediasi Perbankan, Peningkatan Penanganan Pasca Panen, Penguatan Lembaga dan Pemasaran Produk, dan lainnya.

    Kerjasama yang dilakukan Pemkab Tanbu bersama KPw BI nantinya akan berlangsung selama empat tahun, mulai tahun 2016 hingga 2019. Kab Tanbu yang memiliki potensi tinggi di sector pertanian tentunya akan berdampak pada peningkatan ekonomi dan kesejahteraan petani, apabila pengelolaannya dilakukan dengan lebih baik.

    Sekda mengatakan, “kerjasama ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mengembangkan  sektor pertanian dan upaya untuk mensejahterakan petani,” katanya.

    Tersedianya lahan pertanian di Tanbu yang cukup luas, maka dibuat tata ruang pertanian agar tidak beralih fungsi. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memajukan dan mengembangkan sector pertanian. Jumlah penduduk semakin bertambah dan pemukimanpun mengikuti, jika tidak diawasi lahan pertanian akan beralih fungsi. Sehingga kedepannya akan mengancam ketersedian pangan khususnya padi.

    Disisi lain, Pemkab Tanbu tidak hanya menginginkan kerjasama dalam sektor pertanian saja, akan tetapi kedepannya sektor peternakan diharapkan juga dapat dilirik oleh Bank Indonesia. Seperti halnya sektor pertanian, jerami yang dihasilkan dari tanaman padi dapat juga dimanfaatkan untuk diolah menjadi bahan pangan untuk ternak sapi. Begitu pula sebaliknya, kotoran yang dihasilkan dari hewan ternak dapat pula diolah menjadi pupuk.

    Sementara itu, Konsultan PUMKM KPw BI Provinsi Kalimantan Selatan, Untung Torang menyampaikan, MoU merupakan bentuk dukungan BI terhadap pengembangan sektor pertanian khususnya padi unggul di Kalimantan Selatan. Di Tanbu, Klaster Padi Unggul sudah dilaksanakan sejak tahun 2013 yang lalu, selama tiga tahun tersebut, yaitu dari tahun 2013, 2014, dan 2015 bentuk kerjasamanya yaitu merubah sistem pertanian tradisional menjadi pertanian modern dengan berbagai penyaluran alsintan kepada kelompok tani. Kemudian, pada tahun 2016 sampai dengan 2019, kerjasama tersebut dalam rangka meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani di Bumi Bersujud.*(JH/relhum)