Tanbu Siap Jadi Pilot Project RISHA

    0
    2

     

     

    Training Of Trainer Risha dilaksanakan selama lima hari dari tanggal 23 s/d 27 mei 2016.(FOTO:JH)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Sedikitnya 30 peserta mengikuti Training Of Trainner (TOT) Rumah Instant Sederhana Sehat (RISHA) yang  digelar  oleh Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kemenpupera) di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) selama lima hari, mulai 23 mei hingga 27 mei 2016.

    Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kab Tanbu  Roy Rizali Anwar. ST melalui  Sekretaris  DPU Kabupaten Tanbu Ahmad Syarwani menyampaikan, training RISHA digelar mengingat terpilihnya Kab Tanbu sebagai Pilot Project Risha. “Selain Kotamadya Malang Prov. Jatim, Kab Tanbu melalui DPU terpilih sebagai Pilot Risha di Indonesia,” katanya, Kamis (26/5) kemarin.

    Peserta dalam TOT tersebut terdiri dari TNI, 10 tenaga kerja, 5 orang dari LSM dan 5 orang lagi dari Banjarbaru. Risha merupakan rumah prefabrikasi dengan sistem knock down buah dari riset Pusat Penelitian dan Pengembangan Kemenpupera yang berarti dapat dibangun dengan waktu cepat, oleh sebab itu disebut sebagai tekhnologi instan. Melihat dari biaya pembangunannya, Risha dapat menghemat harga pembangunan rumah. Inovasi ini didasari oleh kebutuhan akan percepatan penyediaan perumahan dengan harga terjangkau dengan tetap mempertahankan kualitas bangunan sesuai dengan standart.

    Sejumlah trainer melakukan latihan rumah instan sederhana sehat. (FOTO:JH)

    Sebagai ilustrasi, perbandingan luas bangunan dengan harga rumah dengan konsep Risha sekitar 1 berbanding 1,5. Pembangunan konsep Risha lebih murah, pasalnya konsep sambungan-sambungan panel nya dapat menghemat waktu pembangunan struktur bangunan, Panel-panel Risha bisa digunakan sebagai pondasi, sloof, kolom, balok dan kuda-kuda. “Pembangun rumah pun tidak memerlukan banyak bahan bangunan lain, sehingga lebih hemat bahan dan Risha diklaim mampu menghemat penggunaan material bangunan sekitar 60%,” papar Syarwani.

    Jika dibandingkan dengan pembangunan rumah dengan teknologi konvensional, alasannya, cara pasang rumah tersebut hanya  tinggal menyambungkan antar panel dengan mur dan baut sehingga membuat pengerjaan struktur bangunan menjadi lebih mudah. “Struktur Risha dibangun berdasarkan susunan tiga jenis panel dengan ukuran tertentu yang berbeda-beda. Panel-panel ini dibuat dari beton bertulang yang sangat kuat dan tahan gempa,” terangnya.

    Konsep Risha juga telah mendapatkan sertifikat SNI, sehingga soal mutunya sudah terjamin. Selain itu, teknologi Risha dijamin telah memenuhi spesifikasi rumah sehat sesuai ketentuan pemerintah. Dengan jaminan tersebut, Risha bisa digunakan bukan hanya untuk bangunan rumah saja, akan tetapi juga digunakan untuk sekolah, gedung kantor, bahkan fasilitas sosial.  Melalui program Risha ini akan menjadi solusi bagi masalah penyediaan perumahan di Tanbu.*(JH/humas)