UPPB, Dorong Peningkatan Mutu Bokar

    0
    14

    Sekda Tanbu Drs. Said Akhmad brsama Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan kab Tanah BumTanbuu Ir. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut.(FOTO:win/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Dalam rangka meningkatkan pendapatan petani karet, Dinas Kehutanan dan Perkebunan kab Tanah Bumbu (Tanbu) dan berbagai steakholder terus berupaya mendorong  peningkatan mutu bahan olah karet (Bokar) untuk perbaikan harga. “Pemda terus mendorong  para petani dalam meningkatkan mutu Bokar dengan penggunaan pengumpal asap cair dan tekhnis sadap yang baik dan benar sehingga berdampak pada penjualan harga karet dipasaran,” kata Ir. Hanif Faisol Nurofiq, S.Hut selaku Kepala Dishutbun Tanbu, Selasa (2/7) kemarin, di Batulicin

    Selain meningkatkan mutu bahan olah karet (bokar) maka upaya berikutnya adalah menyelenggarakan tata  niaga Bokar berkualitas melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB). “Secara positif, melalui  UPPB ini akan menstabilkan harga karet ditingkat petani, disamping itu  juga akan  memutuskan mata rantai tengkulak yang membeli karet warga dengan harga rendah, sehingga  dapat meningkatkan pendapatan para petani karet itu ” terang Hanif.

    Hanief juga menjelaskan, secara umum, dalam menjual hasil bokarnya, petani masih menghasilkan bokar dalam bentuk kotor. Padahal dengan adanya kotoran itu, mutu bokar justru menjadi lebih rendah. “Petani masih suka menjual bokar dalam bentuk kotor, untuk itu   kita upayakan bokar sudah dapat dihasilkan dalam kondisi yang baik,” tambah Hanif.

    Sementara itu, terkait upaya pemerintah untuk menstabilkan harga karet ditingkat petani, dalam berbagai kesempatan, Bupati  menghimbau kepada para petani, agar saat harga karet anjlok, sebaiknya para petani bisa menyimpan hasil karetnya terlebih dahulu, dan tidak terburu – buru menjual kepada spekulan, sehingga tidak dihantui ketidakpastian harga. “Jika harga masih belum stabil, pemerintah daerah sudah siap membeli karet yang disimpan oleh para petani,” katanya.

    Para petani, bisa menjual kepada pemerintah daerah melalui Perusda, sebagaimana harga yang sudah ditetapkan. Namun, jika harganya stabil petani boleh menjual ke luar, sehingga dengan ketetapan harga itu, para petani tidak perlu menjual ke spekulan yang dianggap kurang menguntungkan bagi para petani.*(JH/hum)