Lomba Balogo Antar SKPD Meriahkan HUT RI ke-71

    0
    27

    Peserta Balogo dari berbagai SKPD antusias mengikuti perlombaan dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-71.(FOTO:win/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) ke-71, Dinas Pemuda Olahraga  Kebudayaan dan Pariwisata (Disporbudpar) menggelar lomba permainan masyarakat “Balogo” yang diikuti seluruh Satuan Perangkat Kerja Daerah (SKPD). “Digelarnya lomba Balogo tersebut berkaitan memeriahkan HUT Proklamasi RI ke 71 sekaligus untuk membangkitkan lagi  kebudayaan rakyat  berupa permainan tradisional banua Kalimantan Selatan,” kata Drs. H.M. Thaha selaku Kepala Disporbudpar, Senin (15/8), di Batulicin.

    Lomba permainan rakyat tersebut berlangsung di halaman kantor Bupati Tanah Bumbu, dan dibuka secara langsung oleh Sekertaris Daerah (Sekda)  Kabupaten Tanah Bumbu Drs. Said Akhmad, M.M. serta disaksikan ratusan penonton yang terdiri jajaran Pemkab Tanbu maupun masyarakat umum.

    Dilaksankannya lomba permainan balogo ini merupakan bagian upaya pemerintah daerah dalam menumbuh kembangkan  pelestarian budaya sekaligus sebagai atraksi wisata yang dicanangkan sebagai ikon Budaya di bidang Olahraga  Tradisional Banua. “Saat ini pemerintah Propinsi terus berupaya menggairahkan  kembali Permainan Tradisional  Balogo hingga merambah ke seluruh banua, untuk pelestarian itu, maka segenap lapisan  masyarakat  diminta turut serta  berpartisifasi  membumikan permainan  tersebut, dengan pelestarian itu diharapkan   Kabupaten Tanah Bumbu  lah yang menjadi pionirnya,” papar Tha

    Thaha juga menambahkan,aAtas partisipasi dalam mengembangkan permainan Budaya unik tersebut, kini sudah dibuktikan oleh masyarakat di kabupaten Tanbu, dengan terus mengadakan permainan di berbagai Desa maupun  Kecamatan. “Ditiap- tiap malamnya masyarakat desa terus mengadakan permainan balogo, mereka membentuk regu masing masing,  bahkan tidak jarang antar sesama tetangga desa turut bertanding untuk  saling adu ketangkasan dalam permainan tersebut,” katanya.

    Dijelaskan Thaha, Balogo merupakan salah satu nama jenis permainan tradisional suku Banjar yang umumnya  dilakukan oleh anak-anak sampai dengan remaja dan umumnya hanya dimainkan kaum pria. Nama permainan balogo diambil dari kata logo, yaitu bermain dengan menggunakan alat logo. Logo terbuat dari bahan tempurung kelapa dengan ukuran garis tengah sekitar 5-7 cm dan tebal antara 1-2 cm dan kebanyakan dibuat berlapis dua yang direkatkan dengan bahan aspal atau dempul supaya berat dan kuat.

    Bentuk alat logo ini bermacam-macam, ada yang berbentuk bidawang (bulus), biuku (penyu), segitiga, bentuk layang-layang, daun dan bundar. Dalam permainannya harus dibantu dengan sebuah alat yang disebut panapak atau kadang-kadang beberapa daerah ada yang menyebutnya dengan campa yakni stik atau alat pemukul yang panjangnya sekitar 40 cm dengan lebar 2-4 cm. Fungsi panapak atau campa ini adalah untuk mendorong logo agar bisa meluncur dan merobohkan logo pihak lawan yang dipasang saat bermain.*(JH/win/hum)