Daripada Permalukan Bangsa dan Negara , Jokowi Diminta Mundur

    0
    5

    Presiden RI Joko Widodo dan Mantan Menteri ESDM Arcandra Tahar.(FOTO:RMOL/net)

    JAKARTA, BalarindangNews.com-Ditengah kisruh dicopotnya Menteri Energi Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar akibat memiliki kewarganegaraan ganda, Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo diminta mundur dari jabatannya, karena telah melanggar UU dan sumpah jabatan, terkait pengangkatan seoarang pejabat negara yang bukan WNI.

    Dikutip dari situs media online RMOL, Selasa 16 Agustus 2016, beredar sebuah pesan elektronik yang diperoleh dan disebarluaskan oleh Bursah Zarnubi dan Sujana Sulaeman yang keduanya dikenal sebagai senior Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI). Dalam pesan yang berisi pernyataan politik “demi kebaikan bangsa dan negara RI yang sama-sama kita cintai”

    Sambungan pesan tersebut juga menyebutkan, “Presiden Jokowi, sebagai seorang kesatria, lebih baik berhenti daripada diberhentikan, Apabila Presiden Jokowi tidak segera menyatakan berhenti, maka kami meminta DPR dan MPR serta MK memproses impeachment atas Presiden Jokowi,”  kata mereka. Sementara penutup pesan berisi ajakan untuk menegakhan hukum di Indonesia, “Mari kita tegakkan negara hukum Republik Indonesia,” isi penutup pesan elektronik tersebut. 

    Kesalahan yang termasuk pelanggaran UU dan sumpah jabatan oleh Presiden Joko Widodo tersebut juga di anggap memalukan bagi bangsa Indonesia. Perlu dipertanyakan, apakah Presiden tidak memahami mengenai hukum kewarganegaraan Republik Indonesia.

    Mantan Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra dalam akun twitter miliknya mengatakan, “Presiden sampai salah mengangkat menterinya yang ternyata telah kehilangan status WNInya adalah tindakan yang memalukan,” seperti dikutip peryataan Yusril.

    Yusril juga mempertanyakan, “Presiden Jokowi harusnya bertanya pada dirinya sendiri, apakah beliau mampu mengurus negara ini dengan benar sesuai amanat konstitusi,”

    Masih dalam kultwit yang ditulisnya, Yusril juga menyampaikan agar Presiden jangan bertindak amatiran yang dapat mempermalukan bangsa dan negara, “Urus negara ini dengan benar, jangan bertindak seperti amatiran yang akhirnya memalukan bangsa dan negara,” katanya.*(Disarikan dari berbagai sumber/BNews)