Keanehan Pemerintahan Jokowi-JK Hingga Menteri ESDM Dicopot

    0
    5

    Mantan Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra.(FOTO:Tribunnews/Dany Permana)

    JAKARTA, BalarindangNews.com-Polemik kewarganegaraan ganda Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar berujung pada pencopotan jabatan yang diembannya. Senin (15/8) kemarin, Presiden Joko Widodo resmi melakukan pencopotan berlabel penghentian dengan hormat.

    Sesaat menjelang pengumuman pencopotan Menteri ESDM Archandra Tahar, mantan Menteri Sekretaris Negara, Yusril Ihza Mahendra menulis kultwit melalui @Yusrilihza_Mhd yang berisi kritikan terhadap pemerintahan Presiden RI dan Wakil Presiden RI, Joko Widodo dengan Jusuf Kalla yang terkesan dikelola secara amatiran sehingga berdampak pada masalah kewarganegaraan ganda sang pembantu presiden yang luput dari perhatian.

    Sreenshoot kultweet mantan Menteri Sekretaris Negara Yusril Ihza Mahendra dalam akun twitter @Yusrilihza_Mhd.(FOTO:JH)

    Berikut kultwit mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan Indonesia tersebut terkait lengsernya Archandra :

    1.      Kabarnya malam ini Presiden akan ambil keputusan mengenai Arcandar Tahar

    2.    Kapan sih rakyat negeri ini akan sadar bahwa negara seharusnya dipimpin orang yang mengerti ngurusi negara, bukan amatiran melulu?

    3.  Presiden sampai salah mengangkat menterinya yang ternyata telah kehilangan status WNInya adalah tindakan yang memalukan

    4.   Anehnya, para menteri pembantu Presiden memberikan penjelasan bertele-tele mengenai status kewarganegaraan Arcandra Tahar

    5.  Tak kurang anehnya adalah penjelasan Menkumham yang seolah-olah tidak mengerti hukum kewarganegaraan RI. Sungguh amatiran mengurus negara

    6.     Presiden Jokowi harusnya bertanya pada dirinya sendiriapakah beliau mampu mengurus negara ini dengan benar sesuai amanat konstitusi

    7.      Jangan biarkan negara ini amburadul, jadi bahan olok-olok dan tertawaan bangsa-bangsa lain. Kita harus punya harga diri

    8.     Urus negara ini dengan benar, jangan bertindak seperti amatiran yang akhirnya memalukan bangsa dan negara

    Arcandra yang ramai diperbincangkan publik karena diketahui memiliki paspor Amerika Serikat tersebut sebelumnya ditunjuk dan dilantik sebagai Menteri ESDM untuk menggantikan Sudirman Said pada 27 Juli 2016 lalu. Namun, kini Arcandra harus mengakhiri jabatannya setelah mengemban tugas selama 20 hari saja. Arcandra lalu tercatat menjadi pejabat pemerintahan dengan posisi menteri, yang paling singkat menjabat.*(Disarikan dari berbagai sumber/BNews)