Mardani Dukung Pelestarian Permainan Tradisional Balogo

    0
    3

    Bupati Tanbu Mardani H. Maming saat diwawancarai awak media usai Upacara Peringatan HUT RI ke-71.(FOTO:win/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Lunturnya kecintaan generasi muda terhadap permainan tradisional akibat pengaruh budaya asing dan kecanggihan permainan modern perlu mendapat perhatian serius. Sebab, hal tersebut tentunya merugikan khasanah budaya daerah mengingat permainan tradisional merupakan identitas, keunikan  sekaligus aset suatu daerah.

    Menanggapi hal tersebut, Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berpartisipasi melestarikan permaninan tradisional Balogo yang merupakan warisan  budaya leluhur Kalimantan Selatan khususnya suku banjar. “Untuk melesterikan Budaya itu diperlukan partisifasi semua pihak  untuk menghidupkan kembali permainan yang memiliki khasanah budaya lokal masyarakat Kalimantan Selatan,” kata Mardani, Rabu (17/8).

    Selain partisipasi masyarakat, berkembangnya Olahraga Balogo di Kabupaten Tanah Bumbu harus didukung oleh peran Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang terkait  dalam hal ini  yaitu Dinas Pemuda Olahraga Kebudayaan Dan Pariwisata (Disporbudpar). Disporbudpar diharapkan dapat menjadikan permainan  tradisional ini sebagai agenda tahunan di event besar Budaya Kabupaten Tanah Bambu. “Melalui peran SKPD  itu, tentunya mulai sekarang sudah bisa dirumuskan tekhnis pelaksanaanya serta merumuskan anggaran guna mendukung terlaksananya kegiatan kedepan,” pinta Mardani .

    Dalam rangka memeriahkan HUT RI ke-71 pemerintah daerah melalui Disporbudpar meggelar perlombaan Balogo antar SKPD.(FOTO:win/hum)

    Salah satu bentuk menanamkan kecintaan terhadap permainan tradisional bagi generasi muda ialah dengan cara mengemasnya menjadi bentuk perlombaan atau festival. Terkait  upaya memajukan permainan tradisional  Balogo itu perlu  juga dilakukan  pembinaan dari Dinas terkait terhadap kelompok masyarakat yang saat ini sudah memiliki kelompok atau regu bermain. Sehingga melalui pembinaan itu akan mendorong  semangat masyarakat  untuk terus melestarikannya.

    Meski demikian, berdasarkan  pantauan Bupati langsung,   di beberapa desa yang tersebar di Kabupaten Bermoto Bumi Bersujud ini,  permainan Balogo sudah dianggap Olaharaga dan hiburan masyarakat. Kegiatan ini  cukup mendapat antusias dari berbagai kalangan masyarakat wilayah  desa,  hingga tak jarang saat waktu senggang warga, turut serta menyempatkan diri terlibat dalam permainan tersebut. “Kalau itu rutin  dilakukan, maka tidak menutup kemungkinan daerah kita akan menjadi pionir dalam membangkitkan kembali  permainan Budaya Balogo di Kalimantan Selatan  dan  kedepannya akan berdampak pada kemajuan beberapa obyek wisata yang tengah dikembangkan saat ini,” papar Mardani.*(JH/win/hum)