Pola Pendidikan Harus Dirubah

    0
    7

    Bupati Tanbu Mardani H. Maming memberi sambutan dalam acara resepsi kenegaraan dalam rangka memperingati HUT RI ke-71.(FOTO:win/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Dalam rangka mewujudkan  pendidikan yang berkulitas, Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming meminta seluruh guru untuk merubah paradigma yang membebankan siswa dalam proses belajar mengajar. “Diperlukan langkah yang efektif  dengan cara  merumuskan  perubahan pola pendidikan yang bertujuan memberi gairah belajar bagi anak didik. Dalam upaya merubah pola itu harus dimulai dari tenaga pendidik itu sendiri,  melalui perubahan paradigma yang selama ini dianggap membebankan anak didik,” kata Mardani, Rabu (17/8) malam, di Gedung Mahligai Bersujud, Batulicin.

    Mardani menjelaskan, upaya untuk merubah pola pendidikan itu salah satunya adalah ketika guru memberi penilaian terhadap tugas  beberapa mata pelajarannya. Guru ditekankan untuk  tidak serta merta memberi nilai jelek terhadap hasil tugas yang dikerjakan anak murid, terlebih lagi  sampai tidak menaikan kelas atau tidak meluluskan pada anak muridnya.

    Menurut Bupati, metode pendidikan yang baik  bukan berarti memberi nilai jelek akibat ketidak mampuannya  mengerjakan tugas, semestinya guru harus membantu bagaimana dia bisa mengerjakan dengan cara berusaha sejauhmana memberi pemahaman materi itu sehingga tugas yang dikerjakan bisa di mengerti anak murid.

    Hal yang paling penting ialah pola pendidikan yang semestinya harus mengedepankan pendidikan karakter anak murid, jangan sampai tujuan membentuk  prilaku anak didik untuk lebih baik justru sebaliknya.

    Mardani mencontohkan, “anak yang melakukan  pelanggaran berat bukan berarti harus di keluarkan dari sekolah, justru dengan tindakan ini akan mempengaruhi mental anak tersebut,  kerena sekolah lain bisa saja tidak menerimanya dan di khawatirkan akan  menyebabkan anak akan  putus sekolah,” ungkapnya.

    Kesalahan dalam memberikan keputusan oleh pihak sekolah jangan sampai terjadi pada anak didik, untuk itu pihak sekolah harus mempertimbangkan  dampak sosial yang ditimbulkan akibat tindakan memindahkan murid ke sekolah lain. Untuk mengatasi persoalan itu upaya utama dilakukan pihak sekolah adalah terus menerus melakukan pembinaan secara berkala terhadap anak didik. “Paragdima seperti ini mulai sekarang  harus di rubah dalam pola pendidikan, kerena pola pendidikan yang baik adalah sejauh mana tenaga pendidik membuat  anak yang nakal bisa berubah baik, dan anak yang kurang cerdas bisa membuat lebih cerdas,” kata Bupati.*(JH/win/hum)