Sudian Noor Hadiri Apel Gelar Pasukan Penanganan Karhutla

    0
    3

    Wakil Bupati Tanbu H. Sudian Noor hadir secara langsung dalam Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Penanganan  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).(FOTO:win/hum)

    BATULICIN, BalarindangNews.com-Keseriusan Polres Tanah Bumbu (Tanbu) dalam menangani musibah kebakaran dan hutan mendapat apresiasi dari pemerintah kabupaten Tanbu. Wakil Bupati Tanbu H. Sudian Noor hadir secara langsung dalam Apel Gelar Pasukan Dalam Rangka Kesiapan Penanganan  Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), Senin (22/8) di Halaman Kantor Polres Tanbu.

    Dalam apel tersebut juga diisi dengan simulasi penanggulangan karhutla dan lomba modifikasi mobil dan motor Polsek se-Tanbu menjadi mobil pemadam kebakaran hutan dan lahan. “Pemerintah mengapresiasi langkah dan terobosan yang dilakukan Polres Tanbu guna menanggulangi kabut asap dengan menggelar latihan bersama dalam bentuk simulasi penanganan karhutla serta melakukan modifikasi mobil dan motor operasional Polsek se-Tanbu menjadi mobil pemadam kebakaran hutan dan lahan,” kata Sudian Noor.

    Dengan upaya yang dilakukan oleh Polres Tanbu ini, diharapkan dapat mencegah Karhutla sejak dini dan bencana kabut asap akibat karhutla dapat diantisipasi serta diatasi dengan baik.

    Sementara itu, Kapolres Tanbu, AKBP  Kusbiantoro, SIK menyampaikan, apel gelar kesiapan personil dan peralatan penanganan karhutla bertujuan untuk mengecek kesiapan personil, sarana dan prasarana yang dimiliki serta menyatukan pola tindak penanganan bencana kabut asap, kebakaran hutan, dan lahan di wilayah Kalimantan Selatan khususnya wilayah Kabupaten Tanah Bumbu.

    Kapolres juga mengajak agar semua lapisan masyarakat bersama-sama untuk memulai aksi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan dengan optimal, baik pada tataran premtif, preventif maupun penegakan hukum untuk meminimalkan perilaku kebakaran hutan dan lahan oleh perorangan maupun korporasi.  “Ada beberapa hal yang harus dilakukan  untuk menanggulangi karhutla yaitu pada tataran premtif dengan mengoptimalkan pelaksanaan sosialisasi tentang larangan, sangsi hukum ataupun dampak pembakaran lahan dan hutan melalui pemasangan spanduk dan baliho tentang larangan membakar hutan atau lahan serta maklumat Kapolda,” kata Kapolres sebagaimana amanat Kapolda Kalsel.

    Selain itu, Kapolres juga melaksanakan patroli pemantauan wilayah-wilayah rawan terjadi pembakaran hutan dan lahan dengan mengacu pada data BMKG. Selanjutnya, pada tataran penegakan hukum dengan melakukan tindakan tegas terhadap para pelaku pembakaran hutan dan lahan sampai proses peradilan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku serta melakukan inovasi penanggulangan karhutla. Hal terpenting ialah penanganan kebakaran hutan dan lahan dengan menggerakkan seluruh lapisan masyarakat agar mau bersama-sama aparat kepolisian dan pemerintah daerah untuk menjaga lingkungan dengan tidak melakukan pembakaran lahan dan hutan untuk kepentingan apapun.*(JH/relhum)