RSUD Tanbu Segera Siapkan Pelayanan Cuci Darah

    0
    3

    Ilustrasi tenaga medis.(FOTO:fakta.co.id/net)

    BATULICIN, BalarindangNews.com– Dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di masyarakat, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu), dr H Andi Abdurrahman Noor mengirim dua orang tenaga kesehatan untuk mengikuti pelatihan Hemodialisa. “Pelatihanya berlangsung di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Sardjito Yogyakarta, selama empat bulan,” kata Direktur RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor, drg. Harry Darmawan melalui Kasi Diklat dan Penyuluhan, Rusdiansyah, SH, Selasa (30/8) di Sepunggur, Batulicin.

    Dua orang tenaga kesehatan yang diberangkatkan tersebut antara lain satu orang dokter umum dan satu orang tenaga perawat. Untuk dokter umum yang diberangkatkan pelatihan atas nama dr. Hamidi sedangkan tenaga perawat atas nama Dedy Irawan. Rusdiansyah juga menyampaikan, pada bulan berikutnya, pemerintah daerah juga akan memberangkatkan dokter spesialis penyakit dalam untuk mengikuti pelatihan yang sama. Diberangkatkannya tenaga medis tersebut yaitu untuk mengikuti pelatihan, menyusul  adanya rencana pembangunan penambahan unit layanan cuci darah di RSUD dr. H. Andi Abdurrahman Noor.

    Rusdiansyah mengatakan, “kedepan akan ada layanan cuci darah di RSUD. Untuk itu diperlukan tenaga ahli,” katanya.

    Sementara itu, untuk bangunan layanan unit cuci darah di RSUD, bangunannya masih dalam proses lelang, diharapkan tahun depan bangunan tersebut sudah ada dan bisa di fungsikan.

    Secara terpisah,  Bupati Tanah Bumbu Mardani H. Maming menyampaikan, pelatihan peningkatan sumberdaya manusia khususnya bidang tenaga kesehatan dimaksudkan untuk meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat di Bumi Bersujud. Pemerintah Kabupaten Tanbu akan terus berkomitmen untuk memperbaiki layanan kesehatan, mengingat pentingnya kebutuhan masyarakat di bidang tersebut. “Karena pelayanan kesehatan ini menjadi perhatian serius kepemimpinan saya sejak awal menjadi bupati, dan menjadi program prioritas Kabupaten Tanbu,” katanya.

    Untuk diketahui, pelatihan Hemodialisa adalah jenis pelatihan yang ditujukan kepada para ahli bidang kesehatan, dokter, perawat dan juga bidan. Hemodialisa sendiri merupakan sebuah proses pembersihan darah atau pencucian darah. Teknik Hemodialisis akan digunakan untuk menangani pasien yang mengalami tahap akhir gagal ginjal atau seorang pasien yang mengidap penyakit akut pada ginjalnya sehingga memerlukan dialysis waktu singkat.*(JH/relhum)