Aksi Bela Islam Murni Menuntut Keadilan Ditegakkan

    0
    14

    FOTO:ist

    JAKARTA, BalarindangNews.com-Jutaan umat islam dari seluruh wilayah Indonesia yang tergabung dalam aksi masa 212 murni menuntut ditegakkannya keadilan hukum, yaitu penuntutan Ahok sang penista agama agar ditangkap dan dipenjarakan. Dalam aksi tersebut, dipastikan tidak ada unsur sara, bahkan aksi politik yang selama ini digembar-gemborkan.

    Dilansir dari situs media online voa-islam, Wakil Ketua MPR yang juga Politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Hidayat Nurwahid menyampaikan, jika hal ini sesuai dengan negara Indonesia yang berlandaskan hukum, dan kedudukannya sama di hadapan hukum. “Indonesia adalah negara hukum. Di situlah ada keadilan hukum. Dan tidak ada aksi-aksi penggulingan kekuasaan seperti yang diberitakan atau info lainnya,” katanya, Jum’at (02/12), di Jakarta.

    Selain itu, pelaku penista yang tidak segera di tangkap menimbulkan berbagai persepsi publik yang dapat menggiring pada asumsi ketidak adilan dalam tatanan hukum. Kasus penahanan sepuluh orang yang diduga akan melakukan gerakan makar sebelum Aksi Bela Islam III, kembali menjadi contoh perbandingan yang membingungkan bagi masyarakat awam. Bagaimana tidak, oknum yang berstatus tersangka dalam kasus penistaan agama tidak di tangkap, akan tetapi dalam kasus lain yang baru berstatus dugaan makar justru sudah ditahan.“Ahok saja sudah menjadi tersangka tapi belum dilakukan penangkapan, tapi kenapa ini ada pihak yang belum terbukti ditangkap,” kata nya

    Sementara itu, dalam aksi bela islam tersebut, juga tidak ada hubungannya dengan suku, agama, ras atau apapun itu yang pernah dituduhkan oleh orang atau kelompok yang tidak bertanggungjawab. Aksi yang dilakukan secara besar-besaran ini murni perkara hukum. Dan jika negara luput dari persoalan hukum yang menjerat Ahok sebagai penista agama Islam, maka pemerintah dinilai gagal.

    Hal itu seperti dikatakan Ketua Gerakan Nasional Pendukung Fatwa (GNPF), Bachtiar Nasir, “Hak kitalah melakukan ini sebagai warga negara Indonesia. Saudara-saudaraku yang Katolik, Konghucu, dan lainnya bukanlah musuh kita. Ini murni perkara hukum. Negara jangan gagal selesaikan kasus ini,” katanya.

    Dia juga menambahkan, jika Aksi Bela Islam III yang diikuti oleh masa sebanyak tiga kali lipat dari aksi masa sebelumnya tidak ada hubungannya dengan Pilkada DKI Jakarta. “Dan tidak ada urusannya dengan Pilkada ataupun politik,” tambahnya, yang dijawab ‘Tidak!’ oleh jutaan massa.*(BNews/Disarikan dari berbagai sumber)