Waspadai Kolesterol Tinggi Sejak Dini

    0
    3

    Ilustrasi. (FOTO : okezone.com)

    JAKARTA, BalarindangNews.com-Gaya hidup sesuka hati tanpa tanpa memperhitungkan dampak pada tubuhnya menyebabkan kadar kolesterol dalam darah terus meningkat. Makanan cepat saji, daging berlemak, gorengan, serta kurangnya aktifitas merupakan pemicu dari kondisi berbahaya ini.

    Dilansir dari Prahitanews.com, Prof. dr. H. Boediwarsono, Sp.PD-KHOM, PGD. PalMed(ECU), FINASIM, selaku Laboratory Consultant Parahita Diagnostic Center, menyebutkan, “kolesterol sebenarnya adalah salah satu jenis lemak darah yang dibutuhkan oleh tubuh untuk pembentukan hormon, cairan empedu, serta penyerapan vitamin. Banyak orang mengira kalau kolesterol selalu tidak baik dalam tubuhnya, padahal belum tentu. Hanya ketika nilainya lebih dari yang dibutuhkan, akan menimbulkan berbagai macam penyakit,” jelasnya.

    Perlu diketahui, bahwa nilai kolesterol yang tinggi, tidak menimbulkan tanda dan gejala pada tubuh seseorang. Oleh karena itu, sangat penting bagi kita untuk melakukan pemeriksaan Profil Lemak rutin minimal setiap 6 bulan sekali untuk mengetahui nilai kolesterol dalam darah yang terdiri dari: Kolesterol Total, Kolesterol HDL, Kolesterol LDL, dan Trigliserida. Pemeriksaan Profil Lemak dapat dilakukan pada usia 20 tahun ke atas, terutama bagi yang memiliki faktor risiko hipertensi, diabetes, merokok, obesitas, kurang berolahraga, dan stres berat.

    Adapun nilai normal kolesterol total yang aman bagi tubuh adalah  < 200 mg/dL; dengan nilai HDL > 50 mg/dL dan LDL < 100 mg/dL. Semakin tinggi nilai HDL maka risiko terkena serangan jantung/ stroke semakin kecil dan semakin rendah nilai  LDL maka risiko terkena serangan jantung/ stroke semakin besar.

    Sementara itu, seperti tersebut diatas, resiko dari kolesterol tinggi adalah meningkatnya risiko serangan jantung. Serangan jantung (Penyakit Jantung Koroner) umumnya dirasakan sebagai gejala nyeri dada sebelah kiri yang khas. Namun tidak menutup kemungkinan dapat pula berupa kembung, mual, dan muntah. Penyakit jantung koroner itu sendiri adalah penyakit yang terjadi akibat penyempitan pembuluh darah koroner. Pembuluh darah tersebut seharusnya bertugas memberikan pasokan oksigen dan nutrisi pada otot jantung. Penyempitan tersebut disebabkan oleh penumpukan maupun penyumbatan pembuluh darah akibat plak aterosklerosis, yang salah satu komponennya adalah kolesterol. Dengan kata lain, saat kadar kolesterol lebih tinggi dari nilai normal, maka plak aterosklerosis akan terbentuk lebih banyak. Kondisi kolesterol tinggi yang dibarengi dengan adanya kondisi lain seperti kegemukan, diabetes, serta gaya hidup sedentary, dan merokok, maka serangan jantung akan semakin mungkin terjadi.

    Tak hanya risiko serangan jantung, risiko terjadinya penyakit lain yang memiliki dasar penumpukan plak aterosklerosis, seperti stroke dan nyeri kaki akibat penyempitan pembuluh darah tepi, juga bisa ikut meningkat. Serangan jantung semakin merambah ke usia yang lebih muda. Perlu upaya untuk meminimalisir terjadinya resiko dari meningkatnya kolesterol dalam darah. Diet rendah lemak, olahraga, dan konsumsi obat penurun kolesterol adalah pilihan yang bisa dilakukan untuk menurunkan atau menstabilkan nilai kolesterol darah, serta tidak kalah pentingnya adalah menghindari merokok.*(BNews/Disarikan dari berbagai sumber)