39 PTT Kemenkes di Tanbu Diangkat PNS

    0
    5

    Keputusan Bupati Tanbu tentang Penetapan Kelulusan Seleksi CPNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2017 dari PTT Kementrian Kesehatan. (FOTO : docBKD Tanbu)

    TANAH BUMBU,BalarindangNews.com-Dengan bergulirnya waktu menunggu hasil kelulusan seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) Tahun Anggaran 2017 dari Pegawai Tidak Tetap (PTT) Kementrian Kesehatan, Senin (6/3) kemarin, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Tanbu mengumumkan daftar nama hasil kelulusan seleksi CPNS.

    Berdasarkan hasil surat keputusan menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birokrasi (PAN-RB Nomer 07 tahun 2017 tentang penetapan kebutuhan PNS dari program PTT kementrian kesehatan dilingkungan pemerintah Provinsi/ Kabupaten/ Kota Tahun Anggaran 2017 dan surat menteri pendayagunaan aparatur negara dan reformasi birorasi nomor R/281/S.SM.01.00/ 2017 tanggal 02 februari 2017 tentang penyampaian penetapan kebutuhan PNS dari PTT dan hasil seleksi kompensi dasar kementrian kesehatan.

    Pemerintah kabupaten Tanbu akhirnya mengeluarkan keputusan yang di tandatangani oleh Bupati Tanbu Mardani H.Maming tertanggal 06 Maret 2017 dengan  Nomor : 813/044/BKD/P2I.1/III/2017 tanggal 01 Maret 2017 tentang Penetapan Kelulusan Seleksi CPNS di lingkungan Pemerintahan Kabupaten Tanah Bumbu Tahun Anggaran 2017 dari PTT Kementrian Kesehatan. Adapun nama nama yang terdaftar dalam lampiran surat keputusan tersebut sbb:

    Pertimbangan ini didasarkan bahwa sebagian besar Dokter, Dokter gigi dan Bidan PTT adalah putra putri daerah yang telah lama bersedia mengabdi atau ditempatkan di daerah tempat bertugas mereka saat ini, sehingga lebih dapat menjamin keberlangsungan pelayanan kesehatan khususnya di daerah terpencil. Peran penting dokter dan dokter gigi PTT yang bertugas di Puskesmas serta para bidan PTT yang ditempatkan di desa-desa mampu memberikan pelayanan baik kuratif, promotif, preventif dan rehabilitatif dimana aktivitas tersebut diharapkan mempunyai daya ungkit dalam menurunkan angka kematian ibu (AKI), angka kematian bayi (AKB), dan perbaikan gizi masyarakat.*(JH/BNews)