SPBU Tanjung Selor Dikuasai Pelangsir, Aparat Tutup Mata

    0
    2

    Salah satu SPBU di Tanjung Selor dengan kode 63.772.01 di penuhi para pelangsir BMM yang melakukan pengisian di luar standart.(FOTO :BNews)

    TANJUNG SELOR,BalarindangNews.com– Bulungan ibu kota Provinsi Kalimantan Utara yang belum lama dibentuk menjadi provinsi ini, sudah mengalami kelangkaan Bahan Bakan Minyak (BBM) jenis premium, pertalite, pertamax, dan solar, kelangkaan ini bukan dikarenakan kurangnya pasokan dari Pertamina, namun ulah para spikulan yang menampung BBM tersebut. Selasa (24/8) kemarin terlihat mobil roda empat dan roda dua mengalami antrian panjang di SPBU kawasan jalan Sengkawit dan jalan Katamso sepanjang tiga kilometer.

    Dari pantauan tim BalarindangNews.com yang sedang berada di kota tersebut, melihat langsung kondisi di lapangan, dua SPBU di Tanjung Selor kawasan jalan Sengkawit dan jalan Katamso ini dipenuhi dengan antrian panjang kendaraan yang ingin mengisi BBM. Pengisian yang menggunakan penampungan sementara diangkut dengan mobil atau jerigen yang di luar tanggi standard, mengakibatkan pengisian terlalu lama. Sehingga warga yang lain harus antri hingga ke jalan. Ini semua ulah para spikulan yang melakukan pengisian yang terlalu banyak untuk ditampung di pangkalan tertentu, mengakibatkan kelangkaan BBM di kota tersebut.

    Meski hal ini di ketahui aparat setempat, namun tidak ada upaya menegur atau bertindak terhadap hal itu, justru dibiarkan dan tutup mata. Sejumlah masyarakat juga mulai merasa resah dan mengeluhkan dengan kelangkaan BBM ini, mengingat harga penjualan BBM di eceran jenis premium mencapai Rp. 9.000 hingga Rp.10.000 per liternya. Sebagai Ibu Kota Provinsi baru yang memiliki fasilitas gedung mewah, sangat disayangkan apabila masyarakatnya justru tercekik dengn keadaan akibat tingginya harga BBM.

    Informasi yang di dapat dari salah seorang warga yang tinggal di sekitar SPBU ini, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, “setiap pengisian selalu seperti ini, semua jenis BBM di SPBU itu di langsir atau di tap oleh spikulan, mereka didukung oleh oknum dan bekerjasama dengan pihak pengelola SPBU, fenomena ini terlihat jelas, bahwa kondisi yang seperti ini pemerintah setempat dan penegak hukum belum ada respon untuk menindak para spikulan yang menimbun BBM tersebut,” katanya.*(BNews)