90 Persen Guru di Tanbu Berpendidikan S1

    0
    12

    Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Tanah Bumbu, Amiluddin, S. Pd, MM.(FOTO : BNews)

    BATULICIN, BalarindangNews.com – Pendidikan merupakan kebutuhan dasar manusia dalam menjalani kehidupan, dengan dasar itulah pemerintah daerah kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) terus berupaya memperbaiki mutu pendidikan dengan terus meningkatkan kualitas guru. Hal tersebut terbukti dengan semakin berkurangnya tenaga pengajar non sarjana di kabupaten Tanbu, “tenaga pengajar di Tanbu sekarang tidak sampai 10 persen yang belum sarjana,” kata Kadisdikbud Tanbu Ir. Sartono melalui Kabid Pendidikan Dasar Disdikbud Tanbu, Amiluddin, S. Pd, MM kepada BalarindangNews.com, Jum’at (15/9) kemarin, di Batulicin.

    Dengan semakin berkurangan pengajar non sarjana tersebut, artinya 90 persen tenaga pendidik di Tanbu sudah bergelar sarjana. Adanya guru yang masih belum S1 merupakan pekerjaan rumah yang belum di selesaikan oleh Disdikbud Tanbu. Namun demikian, jumlah guru yang belum sarjana setiap tahun selalu berkurang, karena mereka telah kuliah dan diwisuda, mengingat sekolah-sekolah di Tanah Bumbu baik negeri maupun swasta terus berpacu menjadi yang terbaik.

    Amiluddin juga mengakui, tenaga pengajar PNS di Tanbu masih sangat kurang, namun dengan adanya tenaga pengajar PTT kebutuhan tenaga pendidik tercukupi, “Guru pengajar sekarang kalau PNS memang sangat kurang, tetapi dengan adanya PTT dapat terpenuhi, artinya belum ada sekolah yang kekurangan guru,” jelasnya.

    Lebih lanjut dijelaskan, sebagian guru-guru yang belum sarjana merupakan tenaga pendidik yang direkrut sejak tahun 2006 lalu tanpa ada kualifikasi sesuai dengan syarat pendidik, ditengah perjalanan mereka dituntut untuk menyandang sarjana agar hak-haknya sebagai tenaga pendidik terpenuhi. Jumlah tenaga pendidik yang masih lukusan SMU dipastikan juga akan terus berkurang, mengingat ketentuan pendidik memang harus berpendidikan minimal S1. “Dulu kita katakan mereka direkrut tanpa syarat, tapi dalam perjalan dituntut agar bisa memenuhi standart kualifikasinya. Sampai sekarang sudah 11 tahun, mereka rata-rata sudah sarjana semua,” papar Amil.*(BNews)