Imigrasi Kelas II Batulicin Perketat Pembuatan Paspor

    0
    13

    Novrian selaku Kasi Lalintuskim Kantor Imigrasi Kelas II Batulicin.(FOTO :BNews)

    TANAH BUMBU,BalarindangNews.com-Sebagai upaya untuk memerangi perdagangan dan penyeludupan manusia (human trafficking) serta maraknya TKI (Tenaga Kerja Indonesia) illegal. Kantor Imigrasi Kelas II Batulicin Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) menambah persyaratan prosuderal pembuatan paspor perjalanan umroh, “sekarang ini lagi booming adalah TKI non prosedural, seperti diketahui akhir akhir ini banyak ditemukan tenaga kerja kita yang berupaya untuk bekerja secara ilegal, diantaranya itu adalah secara umroh,” tegas Novrian selaku Kasi Lalintuskim kepada BalarindangNews.com, Selasa (19/9) di ruang kerjanya.

    Oleh karenanya pihak Imigrasi kelas II Batulicin terus mengupdate prosedur pembuatan paspor sesuai dengan hasil koordinasi dengan kementrian imigrasi, kementrian agama, kementrian tenaga kerja, dari Polri, TNI, Badan Intelejen, yang telah menghasilkan kesepakatan untuk penambahan persyaratan pembuatan paspor, sesuai dengan surat edaran Nomor : 547 / Kw.17.4-2 / HK.00.5 / 03 / 2017 tentang penambahan syarat rekomendasi kepala kantor kementrian agama, kabupaten/kota bagi pemohon paspor umroh/ haji khusus.

    Dengan terbitnya surat edaran tersebut, pihak imigrasi menegaskan tidak ada perubahan dalam pembuatan paspor, semua langkah langkah prosedural pembuatan paspor, baik paspor wisata atau jalan-jalan, paspor pelajar atau study, paspor bekerja, maupun paspor perjalanan haji atau umroh tetap sama. Hanya saja, bagi pemohon paspor perjalanan umroh atau haji khusus harus dilampiri dengan surat rekomendasi dari kementrian agama kabupaten/kota. “Untuk pemohon yang akan melakukan ibadah umroh, akan dimintakan syarat tambahan, seperti rekomendasi dari travel, dan rekomendasi dari kementrian agama. Mengingat saat ini banyak ditemukan pekerja kita yang berupaya bekerja secara ilegal, dan imigrasi menjadi pintu terakhir untuk pemberian paspor, ” papar Novrian.

    Novrian juga menambahkan, pihak imigrasi tidak pernah melakukan upaya mempersulit pelayanan pengurusan paspor. Bagi masyarakat yang akan membuat paspor hendaknya mencari informasi langsung ke kantor imigrasi, jangan melalui oknum yang tidak bertanggung jawab, terlebih lebih melalui calo. “Saran saya, masyarakat juga harus pandai mencari tahu. Imigrasi sudah terbuka bagi masyarakat, ada websitenya yang berfungsi mempermudah pencarian informasi kepengurusan paspor,” jelasnya

    Mengenai jangka waktu pembuatan paspor, kantor imigrasi memberikan waktu selama tiga hari setelah pembayaran, jangka waktu yang ditentukan tersebut sebagai langkah antisipasi apabila sewaktu waktu sistem mengalami down, atau gangguan teknis lainnya. “Begitu pemohon datang lengkap dengan persyaratan, hanya menunggu antri untuk foto, kemudian menunggu bukti bayar. Setelah pembayaran selesai, paspor paling lambat tiga hari sudah diterima oleh pemohon,” terang Novrian.*(BNews)