Sukseskan Belkaga, Dinkes Tanbu Lakukan POPM

    0
    13

    Ilustrasi penyakit filariasis atau kaki gajah yang menjadi momok masyarakat. (FOTO : xposnews.com )

    TANAH BUMBU, BalarindangNews.com–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) terus melaksanakan upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit kaki gajah atau filariasis. Hal tersebut dilakukan dengan Pemberian Obat Pencegahan Masal (POPM) penyakit kaki gajah kepada masyarakat pada bulan Oktober yang bertepatan dengan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (BELKAGA), “ini merupakan tahun ke tiga kami melaksanakan POPM Penyakit Kaki Gajah, semoga pada tahun 2019 sesuai target, Bumi Bersujud dapat terbebas dari Penyakit Kaki Gajah / Filariasis sehingga masyarakatnya hidup sehat berkualitas,” kata Kepala Dinkes Tanbu H. Damrah, S. Sos melalui Kepala Seksi Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular, Nurliana, S.ST beberapa waktu lalu.

    Penyakit Kaki Gajah (Filariasis) merupakan golongan penyakit menular yang mengenai saluran dan kelenjar limfe dan disebabkan cacing filaria yang ditularkan melalui nyamuk. Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin, baik pada perempuan maupun laki-laki. Program eliminasi melalui Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) filariasis di daerah endemis menggunakan DEC dan Albendazole. Pengobatan ini diberikan setahun sekali selama lima tahun berturut-turut, mengingat penyakit kaki gajah masih menjadi masalah serius di Indonesia dan menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dituntaskan.

    Penderita penyakit kaki gajah. (FOTO : cdn.sindonews.net)

    Menurut survey terakhir yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan RI, Tanbu memiliki kepadatan 2,3 per mikloliter anak cacing filarial dalam darah penduduknya, dari data tersebut Tanbu dianggap sebagai daerah yang memiliki potensi penularan penyakit kaki gajah yang tinggi karena kepadatan yang normal dalam suatu wilayah agar dikatakan aman adalah dibawah 1 mikroliter. Pencegahan penyakit Fiariasis ini sendiri tidak cukup hanya dilakukan dengan minum obat, tapi juga penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekitar agar nyamuk pembawa cacing filariasis tidak dapat berkembang biak, diharapkan dengan program ini Indonesia dapat bebas penyakit kaki gajah 5 tahun mendatang.*(BNews)