Rekam Jejak Untuk Meraih Leadership Award 2017

    0
    2

    Penyerahan cendiramata dari pemkab Tanbu yang diserahkan oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu Ir. Erno Rudi Handoko kepada ketua Tim Litbang Kemendagri, Prof. Muchlis Sandi, MPA (FOTO : BNews)

    TANAH BUMBU, BalarindangNews.com-Saudara, Kamis (2/11) pagi tadi, Pemerintah Kab Tanah Bumbu (Tanbu) menggelar pertemuan dengan Tim Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Kementrian dalam Negeri (Kemendagri) dalam rangka menghimpun informasi rekam jejak kepemimpinan kepala daerah, “ini dalam rangka pemberian penghargaan kepemimpinan kepala daerah, tapi saat ini baru pendalaman Informasi, bukan untuk menentukan juaranya, bukan,” kata Prof. Muchlis Sandi, MPA, selaku ketua tim Litbang Kemendagri kepada awak media di ruang rapat Sekretariat Daerah (Setda), kantor Bupati Tanbu kawasan jalan Dharma Praja Gunung Tinggi.

    Pertemuan yang dibuka langsung oleh Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Tanbu Ir. Erno Rudi Handoko tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat di lingkup pemda Tanbu, 27 SOPD di kabupaten Tanbu, instansi vertikal,  FKUB, LSM, Perguruan Tinggi, dan insan pers Tanbu. Kegiatan tersebut dilaksanakan berdasar Surat Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kemendagri No : 002.6/2299/Litbang, tanggal 18 Agustus 2017 perihal Informasi Rekam Jejak Kepala Daerah. Mengingat pada tahun 2017 ini akan dilaksanakan Program Nasional Pemberian Penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah (Leadership Award) yang mengacu pada surat edaran Mendagri :002.6/6728/SJ tanggal 9 Oktober 2017 perihal Pedoman Pemberian Penghargaan Kepemimpinan Kepala Daerah.

    Pertemuan sejumlah SOPD di ruang Setda kab Tanbu dalam rangka rekam jejak kepala daerah untuk meraih Leadership Award bersama Tim Litbang Kemendagri. (FOTO : BNews)

    Sejumlah informasi inovasi dan penjelasan pendukung keberhasilan kepemimpinan kepala daerah disampaikan oleh beberapa SOPD, terkait peningkatan pelayanan baik lintas birokrasi maupun masyarakat, “ Seorang pemimpin itu akan dapat membangun daerahnya, ketika diterima oleh borokrasi, dan diterima oleh masyarakat. Itu sebabnya maka, kita mengharapkan informasi itu, jadi bagaimana mengendalikan bahteranya untuk menuju tujuan dan membangun kepercayaan terhadap masyarakat,” terang Prof  Muchlis Sandi.*(BNews)