THR untuk PNS dan Pensiunan, Fadli Zon: Motifnya Politik

    0
    12

    Fadli Zon. (FOTO : Andhika Prasetia/detik.com)

    JAKARTA, BalarindangNews.comWakil Ketua DPR dari Fraksi Gerindra, Fadli Zon, menuding ada motif politik dibalik keputusan Pemerintah memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) dan gaji ke 13 kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS) dan pensiunan PNS.Ya ini kan tahun politik, pasti motifnya adalah motif politik, kata Fadli Zon, Kamis (24/5).

    Kata Fadli, jika bukan dengan motif politik, harusnya pemerintahan Jokowi membuat keputusan itu di tahun-tahun sebelumnya. Baginya, THR itu diberikan tahun ini karena momennya adalah Ramadan terakhir sebelum Pilpres 2019.

    Lebih jauh, dia mengatakan bahwa seharusnya Pemerintah lebih memikirkan persoalan lain yang sering diadukan ke DPR. Yakni masalah tenaga honorer yang belum jelas pengangkatannya sebagai PNS. Berdasarkan laporan diterimanya, banyak pegawai honorer mengeluhkan status kepegawaian yang menggantung dan honornya sangat kecil.Kalau memang ada anggaran sampai puluhan triliun, kenapa tidak diprioritaskan untuk honorer ini saja? Supaya ada kejelasan, ujar Fadli.

    Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) menandatangani Peraturan Pemerintah (PP) tentang Pemberian Tunjangan Hari Raya (THR). Menurut Jokowi ada hal yang istimewa dari kebijakan pemerintah tersebut.“Saya telah menandatangani PP yang menetapkan pemberian THR dan gaji ke-13 untuk para pensiunan, penerima tunjangan, seluruh PNS, TNI dan Polri. Ada yang istimewa tahun ini dibanding tahun sebelumnya. THR tahun ini diberikan pula kepada para pensiunan,” kata Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu (23/5).

    Pada kesempatan itu, Jokowi juga menyampaikan harapannya kepada PNS, TNI dan Polri.“Saya berharap dengan pemberian THR dan gaji ke-13 ini, bukan hanya akan bermanfaat pada kesejahteraan PNS, TNI dan Polri, terutama saat menyambut hari raya Idulfitri, tetapi kita juga berharap ada peningatan kinerja ASN (aparatur sipil negara, Red) dan kualitas pelayanan publik secara keseluruhan,” ujarnya. *(Markus Junianto Sihaloho / YUD / BeritaSatu.com)