Tradisi Bersih Desa di Bulan Suro

    0
    11

    FOTO : Ist 

    SUNGAI LOBAN, BalarindangNews.com – Bulan Muharam sebagai tahun baru umat Islam atau juga disebut bulan Suro memang terkenal dengan bulan sakral. Bulan tersebut menjadi bulan khusus bagi umat islam bahkan pelestari budaya jawa untuk turut serta memperingati dan merayakannya, salah satunya di Desa Sumber Sari, Sebamban 3 Blok A, Kec Sungai Loban, Kab Tanah Bumbu yang menggelar tradisi suran “Bersih Desa”, Selasa (18/9).

    Camat Sungai Loban, Samsir, SE, MAP, mengapresiasi kegiatan tersebut dengan hadir langsung dan mengikuti arak-arakan. “Kegiatan ini merupakan wujud nyata rasa syukur dari warga kepada Tuhan Yang Maha Esa, disamping itu sebagai ajang silaturahmi warga masyarakat baik dari kaum tua maupun kaum muda dapat berkumpul dalam satu wadah,” katanya. 

    Kegiatan atau Tradisi Bersih Desa di Tahun Baru Islam 1440 H di Desa Sumber Sari sudah dilaksanakan yang ke 25, yaitu sejak tahun 1993, dan digelar terus menerus sebagai upaya untuk melestarikan budaya jawa. Kegiatan tersebut diawali dengan iringan para penari kuda lumping dari seni budaya tradisional Tri Tunggal Turonggo Sari Desa Sumber Sari dan rombongan pengarak tumpeng, yang mengelilingi desa sejauh kurang lebih 1 km dari kediaman rumah Kepala Desa menuju Kantor Desa dengan mengenakan pakaian tradisional dan berbaur dengan masyarakat. 

    FOTO : Ist 

    Sementara itu, Lurah Desa Sumber Sari, Turahyo menyampaikan, tujuan dilaksanakannya ritual Bersih Desa adalah sebagai bentuk rasa bersyukur atas anugerah dan limpahan rezeki dari Sang Pencipta. Setiap tahun ritual ini dilaksanakan oleh seluruh warga masyarakatnya di Desa Sumber Sari tak terkecuali baik dari etnis Jawa, Lombok, bahkan etnis Bali. Bersih Desa ini sebagai bentuk keberlanjutan tradisi, adat maupun budaya dari orangtua dan nenek moyang yang patut untuk diteruskan kepada generasi berikutnya. 

    Selain Unsur Muspika, acara tersebut juga dihadiri oleh jajaran polsek, koramil,  Dewan Kesenainan Kab Tanbu I Wayan Sudarma, S.Sos,. MM, Pimpinan perusahaan kebun kelapa sawit, para Kepala Desa dan perangkatnya serta para tokoh masyarakat. Selain tradisi arak-arakan bersih desa, malam harinya akan dilanjutkan pagelaran Wayang Kulit semalam suntuk.*(BNews)