KIPAPANA Terobosan Baru Penanggulangan Bencana

    0
    8

     ADVETORIAL KHUSUS

    FOTO : Ist 

    BATULICIN, BalarindngNews.com–Sedikitnya 50 peserta yang terdiri dari aparat desa yang ada diwilayah Kecamatan Batulicin mengikuti Sosialisasi Peraturan Daerah (Perda) Nomor 47 Tahun 2018 tentang Standar Pelaksanaan Pelayanan Pencegahan Penanganan dan Pemulihan Bencana Daerah yang digelar oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Bumbu (Kab Tanbu),  di Aula Kantor Kecamatan Batulicin, Rabu (31/10 kemarin).

    Kepala BPBD Tanbu Eryanto Rais menyampaikan, untuk tahun 2018 Tanah Bumbu mengalami penurunan terkait jumlah bencana kebakaran lahan dan hutan.Oleh sebab itu, BPBD Tanbu melaksanakan Sosialisasi Peraturan Bupati Tanah Bumbu Nomor 47 tahun 2018 tentang Standar Pelaksanaan Pelayanan Pencegahan Penanganan dan Pemulihan Bencana Daerah (KIPAPANA). “Ini merupakan salah satu standar pra bencana dan melibatkan banyak stakeholder dalam penanganannya. Aplikasi ini diciptakan saat mengikuti Diklat PIM II Angkatan ke XIV Tahun 2018. Aplikasi ini merupakan terobosan kami bagi penanggulangan bencana di Tanbu,” kata Eryanto Rais. 

    KIPAPANA merupakan salah satu inovasi yang di buat oleh BPBD Tanbu, dimana didalamnya meliputi pencegahan, penangangan dan pemulihan bencana serta memudahkan masyarakat untuk mengetahui informasi terkait dengan kebencanaan yang disajikan dalam bentuk aplikasi berbasis android. Aplikasi ini terdiri dari dua macam yakni KIPAPANA dan Messenger. Apliksi Kipapana Messenger berfungsi sebagai media informasi dalam bentuk group mesenger berbasis android dan Aplikasi KIPAPANA adalah aplikasi yang dapat diakses oleh semua masyarakat dengan tujuan penyebaran informasi terkait dengan kebencanaan.“Ini bisa diakses oleh semua melalui hp android dan melihat serta melaporkan terkait bencana di Bumi Bersujud,” terang Eryanto. 

    Lebih lanjut Eryanto berharap, seluruh peserta inseminasi dan sosialisasi ini agar mengikuti kegiatan ini dengan benar sehingga nantinya dapat bermanfaat untuk warga di desanya masing masing tentang pentingnya pencegahan, penanganan dan pemulihan bencana. Selain itu, petugas pemantau bisa memanfaatkan aplikasi pembuat laporan pra-bencana berbasis android, sehingga kejadian bencana bisa diminimalisir atau setidaknya jumlah kerusakan dan kerugian bisa dikurangi. *(BNews)