Imunisasi MR di Tanah Bumbu Belum Penuhi Target

    0
    8

     ADVETORIAL KHUSUS

    FOTO : Ist 

    TANAH BUMBU, BalarindangNews.com – Memasuki minggu terakhir bulan Oktober, cakupan imunisasi MR di Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) masih belum memenuhi target. Capaian baru menyentuh angka 60,78 % kumulatif 60.619 anak dan masih jauh dari target yang ditetapkan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu, Drs. H. M. Damrah, S. Sos, M. Si saat menggelar pertemuan dengan seluruh Kepala Puskesmas yang ada di kabupaten Tanah Bumu, Jum’at (2/11), di Puskesmas Perawatan Pagatan, Kec Kusan Hilir, Kab Tanah Bumbu.

    H. Damrah menyampaikan, pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut hasil pertemuan Menteri Kesehatan bersama Dirjen P2P dan MUI Pusat dengan Kadinkes dan Ketua MUI Provinsi se Indonesia pada 23 Agustus 2018 di Jakarta lalu. Rendahnya cakupan imunisasi disebabkan adanya permasalahan berupa penolakan dari orang tua murid saat anaknya mau di vaksinasi , isu kipi (kejadian ikutan pasca imunisasi) yang di besar besarkan di masyarakat dan sosial media. 

    Selain itu, seperti diketahui, pro kontra pemberian vaksin ini lantaran terbitnya fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) yang menyatakan bahwa vaksin MR haram karena mengandung babi. Terbaru, MUI sudah mengeluarkan fatwa baru bahwa vaksin MR bersifat mubah. Namun tetap saja, keikutsertaan peserta vaksin tidak optimal. Kesadaran soal pentingnya imunisasi juga kembali tergantung pada masing-masing individu. Terlebih, instruksi dari MUI terkait hukum imunisasi ini hanya sebatas mubah (boleh) dilakukan dalam keadaan darurat. 

    Dengan adanya pertemuan tersebut, H. Damrah berharap adanya kesepakatan para peserta pertemuan untuk melanjutkan pelaksanaan Imunisasi MR di Kabupaten Tanah Bumbu dalam upaya mencapai eliminasi campak dan pengendalian rubella dengan target 95% atau 99.722 untuk anak usia di atas 9 bulan dan dibawah 15 tahun.*(BNews)