Mencetak Generasi Unggul Islami Melalui Rumah Tahfidz

    0
    2

     ADVETORIAL KHUSUS

    Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor meresmikan Rumah Tahfidz Darul Ilmi dan TK Al-Qur’an Nurus Sa’adah, Desa Pagaruyung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu. (FOTO : Ist) 

    TANAH BUMBU, BalarindangNews.com – Komitmen Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) untuk mendirikan Rumah Tahfidz di seluruh kecamatan se-Kabupaten Tanah Bumbu tetus direalisasikan. Jum’at (07/12) sore, Rumah Tahfidz Darul Ilmi dan TK Al-Qur’an Nurus Sa’adah, Desa Pagaruyung, Kecamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu diresmikan secara langsung oleh Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor.

    Dalam kesempatan tersebut, Bupati Tanah Bumbu H. Susian Noor menyampaikan apresiasi yang tinggi atas berdirinya Rumah Tahfidz Darul Ilmi dan  TK Al – Qur’an Nurus Saa’dah. Hal ini tentu menjadi bentuk dukungan terhadap program pemerintah khususnya dibidang keagamaan. Dukungan orang tua dan para guru di rumah tahfidz ini juga menjadi landasan untuk melahirkan generasi yang beriman dan bertaqwa. “Kenapa harus Rumah Tahfidz? saya ingin anak-anak terhindar dari pergaulan negatif seperti narkoba, dengan adanya Rumah Tahfidz, maka anak-anak akan disibukan dengan hafalan Qur’an. Program Satu Desa Satu Rumah Tahfidz selain untuk mencetak generasi penghafal Al-Qur’an, juga diharapkan dapat membentuk karakter generasi yang berakhlak dan beradab,” terangnya. 

    Lebih lanjut dipaparkan, beberapa tahun kedepan kita akan menghadapi bonus demografi dan tentunya akan dilalui oleh anak – anak ini nantinya. Untuk itu perlu kita siapkan generasi yang siap mental dan imannya dalam menghadapi hal tersebut. Apabila landasan agamanya kuat maka apabila terpeleset ke hal yang negatif maka nantinya mereka akan mudah untuk kembali. Program rumah tahfidz sendiri memiliki tujuan untuk meningkatkan pengetahuan keagamaan bagi masyarakat, terutama para generasi muda, sehingga kedepannya akan mencetak generasi unggul islami. 

    Untuk diketahui jumlah santriawan dan santriwati di TK Al-Qur’an Nurul Sa’adah sebanyak 114 santri, yang terdiri dari 51santri laki-laki dan 63 santri perempuan, sedangkan tenaga pengajarnya sebanyak 6 orang. Untuk proses belajar di TKA ini, dilaksanakan sebanyak 5 kali dalam satu Minggu yang dimulai dari jam 13.30 wita sampai jam 16.00 wita. Kemudian, untuk Rumah Tahfiz Darul Ilmi memiliki santri sebanyak 27 orang. Kegiatan belajarnya dilaksanakan di dua tempat. Khusus laki-laki di Mesjid, sedangkan perempuan di Rumah Ustadzah.*(BNews/Adv)