Tingkatkan Koordinasi, Pokjanal Gelar Rakor

    0
    13

    FOTO : Ist 

    TANAH BUMBU, BalarindangNews.com – Untuk meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu mulai dari tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Kota, serta Posyandu dan kadernya pada Dinas Pemberdayaan Masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil serta Dinas Kesehatan Kabupaten Tanah Bumbu. Kamis (31/01/2019) kemarin, digelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pokjanal Posyandu tingkat Kabupaten Tanah Bumbu.

    Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor dalam sambutannya yang dibacakan oleh Staf Ahli Bidang Sumber Daya Manusia Anwar Salujang mengatakan, peranan Posyandu sangatlah penting dan strategis dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, terutama terhadap pelayanan kesehatan bagi ibu hamil atau yang mempunyai balita di Kabupaten Tanah Bumbu. “Rakor Pokjanal Posyandu tingkat Kabupaten ini, diharapkan tidak hanya media menyamakan persepsi dalam menyikapi permasalahan di tingkat Kabupaten, tetapi juga mampu memiliki peran dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja wawasan dan pengetahuan serta keahlian kader posyandu,” sebutnya. 

    Sementara itu, Panitia pelaksana Hj. Maulida Hayati (Kabid Pemberdayaan Masyarakat dan Lembaga Masyarakat) saat rakor menjelaskan, kegiatan ini merupakan sarana atau tempat berkoordinasi sekaligus mengevaluasi kinerja Pokjanal Kecamatan, Pokja Kelurahan berikut Posyandu dan para kadernya. Pada rakor kali ini dimaksudkan untuk membahas isu yang penting dan strategis, “peran Posyandu sangat besar selain sebagai pemberi informasi kesehatan kepada masyarakat, juga sebagai penggerak masyarakat dalam melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat serta pencegahan dan penanggulangan stunting yang menjadi isu nasional. Pelaksanaan rakor nantinya tidak hanya di tingkat Kabupaten, namun hingga tingkat kelurahan dan desa serta melakukan pembinaan dan monitoring,” paparnya. 

    Dengan digelarnya rakor, akan dievaluasi sampai sejauh mana Posyandu memberikan pelayanan kepada masyarakat. Tidak hanya di bidang kesehatannya saja, tetapi juga pendidikan, ekonomi dan faktor-faktor lainnya.*(BNews)