Pemkab Tanbu Gelar Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Dasar Lengkap

    0
    3

    FOTO : Ist 

    TANAH BUMBU, BalarindangNews.com – Telah lama disadari bahwa penyakit adalah penghambat pembangunan. Jika seseorang sakit, maka waktunya akan tersita untuk pengobatan dan upaya penyembuhan, sehingga produktivitasnya pun tentu akan berkurang. Hal tersebut yang mendasari digagasnya pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Dasar Lengkap di ruang rapat Bupati, kawasan jalan Dharma Praja Gunung Tinggi, Rabu (10/04/2019).

    Pertemuan Advokasi dan Sosialisasi Imunisasi Dasar Lengkap menghadirkan Kasi Surveilans dan Imuniasi Dinas Kesehatan Provinsi Kalsel dr. Sri Wahyuni dan dihadiri sejumlah Camat se Kab. Tanah Bumbu serta Kepala SKPD maupun Kepala Puskesmas se Tanbu. 

    Dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu H.Rooswandi Salem, M. Sos, MM mengatakan Program PD3I secara langsung berhubungan dalam upaya menurunkan angka kematian bayi dan balita. Berdasarkan pengalaman penyelenggaraan kampanye Measles Rubbela (MR) perlu dijadikan pelajaran berharga. Dengan dasar pencapaian 65,699 persen dari target pusat dan data informasi (Pusdatin) dan 74,648 persen dari target riil. 

    Program imunisasi merupakan salah satu program yang masuk dalam proyek prioritas nasional kesehatan.Tujuan imunisasi adalah menurunkan angka kesakitan, kematian, serta kecacatan akibat penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Indikator keberhasilannya adalah dengan melihat cakupan imunisasi dasar lengkap di setiap wilayah. Pencegahan dini meluasnya penyakit itu dapat dilakukan dengan program Penyakit Dapat Dicegah Dengan Imuniasasi(PD3I). 

    Ditengah besarnya penolakan terhadap vaksin MR, kabupaten Tanah Bumbu berhasil mencapai cakupan IDL 85,02 persen terhadap target Pusdatin dan 95,05 pesen terhadap target riil dan UCI desa sebesar 91,0 persen atau 137 desa dari 149 desa. Sementara itu ditahun 2017, saat terjadinya penularan difteri yang menyerang Indonesia, daerah ini tidak terdapat kasus difteri. Meskipun sempat terdapat susfeck difteri, namun hasil laboratorium dinyatakan negatif. 

    Meski demikian, pihak Pemerintah Daerah sangat berharap komitmen setiap pihak demi mensukseskan program imunisasi mulai tingkat desa hingga kabupaten. “Bila terjadi sebuah penularan penyakit apapun, maka daerah akan mengeluarkan biaya yang sangat besar untuk penanggulangannya,” tutup Sekda.*(BNews)