Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting Cegah Kerdil

0
42

FOTO : Ist

BATULICIN  BalarindangNews.com – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Kesehatan Tanah Bumbu menggelar kegiatan Rembuk Aksi Percepatan Penurunan Stunting,. Kegiatan dibuka secara langsung oleh Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor, Selasa (07/05/2019) di Gedung Mahligai Bersujud, Kecamatan Simpang Empat.

Rembuk Stunting mengangkat tema “Kita Tingkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia Yang Cerdas, Sehat, dan Produktif” dengan tujuanuntuk membangun komitmen dan kebijakan serta arah strategi percepatan penurunan stunting agar penanganan stunting menjadi komitmen bersama yang diwujudkan dalam kebijakan, program kerja, dan partisipasi aktif seluruh masyarakat, media massa, dan dunia usaha.

Ketua Panitia Rembuk Stunting, Kepala Dinas Kesehatan Tanbu, Drs. H.M. Damrah, S. Sos, M. Si yang diwakili Sekretaris Dinas Kesehatan Tanah Bumbu, Kartini, dalam laporannya mengatakan konvergensi percepatan pencegahan stunting adalah intervensi yang dilakukan secara terkoordinir, terpadu, dan bersama-sama menyasar kelompok sasaran prioritas yang tinggal di desa untuk mencegah stunting dengan mengintegrasikan dan menyelaraskan berbagai sumber daya untuk pencegahan stunting.

Kartini menyampaikan, kebijakan pemerintah pusat menentukan 1000 desa di 100 Kabupaten jadi prioritas penanganan stunting nasional, salah satu Kabupaten tersebut adalah Kabupaten Tanah Bumbu.“Ada 10 Desa di Tanbu yang terpilih sebagai prioritas pembelajaran konvergensi, dan dari data anak stunting hasil operasi timbang tahun 2018 dari 10 Kecamatan di 14 Puskesmas terdapat balita stunting sebesar 4,56 persen dari 21 ribu orang balita yang diukur.” sebut Kartini.

seraya mengatakan Adapun upaya konvergensi percepatan pencegahan stunting, sambung Kartini, dilakukan mulai pada tahap perencanaan dan penganggaran, pelaksanaan, hingga pemantauan dan evaluasi. Analisa situasi awal dan rembuk stunting dilakukan untuk mengetahui kondisi stunting diwilayah Kabupaten, penyebab utama, dan identifikasi program atau kegiatan yang selama ini sudah dilakukan. Dari analisa tersebut diharapkan dapat menentukan program, kelompok sasaran, sumber pendanaan, dan lokasi upaya percepatan pencegahan stunting didaerah yang diterjemahkan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD), Rencana Kerja Satuan Kerja Perangkat Daerah, dan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Secara terpisah, Bupati Tanah Bumbu, H Sudian Noor, mengapresiasi dengan dilaksanakannya Rencana Aksi Ke Tiga Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting (KP2S) melalui rembuk stunting. Bupati berharap adanya komitmen semua pihak agar hasil dari rembuk stunting ini dimuat di dalam RKPD atau Renja SKPD tahun berikutnya. Sehingga target indikator pembangunan bidang Kesehatan, yaitu menurunkan prevalensi stunting pada anak dibawah usia 2 tahun dapat tercapai sehingga mampu meningkat derajat kesehatan masyarakat.*(BNews)