Desa Wisata Wanasari Wakili Kalsel Ikuti Ajang Festival Seni Nasional

0
5

FOTO : Ist 

TANAH BUMBU, BalarindangNews.com– Provinsi Kalimantan Selatan kembali mengikuti Ajang Festival Seni Keagamaan Tingkat Nasional yang diwakili Kabupaten Tanah Bumbu melalui Organisasi Seni Budaya dari Desa Wanasari Kecamatan Sungai Loban.

Event yang digelar setiap 3 tahun sekali ini telah memasuki kali ke III yang tahun ini dilaksanakan di Surabaya Jawa Timur dari Tanggal 17 sd. Tanggal 21 September 2019. 

Event sebelumnya tahun 2012 kontingen Kalimantan Selatan yang dikoordinir langsung Kemenag Provinsi dan Parisada Kabupaten pun turut serta dalam ajang Festival Seni Nasional ke II yang dilaksnakan di Yogyakarta. Kala itu kontingen Kalsel diwakili Kabupaten Tanah Bumbu melalui Sekhe Kesenian dari Desa Kerta Buwana Kecamatan Sungai Loban. 

Latar Belakang pelaksanaan Festival Seni sesuai yang tertuang pada Proposal yakni dalam rangka pelestarian seni dan budaya keagamaan Hindu perlu diadakan suatu pembinaan melalui penyelenggaraan Festival Seni Keagamaan Hindu Nasional yang diadakan secara berkelanjutan sebagai wadah untuk pelestarian budaya keagamaan Hindu dan sekaligus untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas betapa kayanya keanekaragaman budaya Nusantara dan pentingnya keberadaan seni  dan budaya keagamaan Hindu dalam pelaksanaan upacara keagamaan Hindu. 

Hal ini menjadi aspek penting dalam kehidupan masyarakat Hindu sejak jaman dahulu kala, karena seni dapat menghaluskan rasa serta mampu membentuk karakter atau pribadi menjadi lembut dan penuh kasih sayang. Karena itu pembinaan seni dan budaya sangat penting dilakukan, baik di pusat maupun di daerah. 

Festival Seni Kegamaan Hindu Tingkat Nasional merupakan ajang lomba seni keagamaan yang dijalin dalam bentuk perpaduan antara seni/gerak/tari, seni tabuh dengan gegitaan (lagu rohani/kidung bernafaskan agama Hindu serta ajaran Weda. Sehingga Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional yang akan ditampilkan adalah seni yang bersifat sakral dan religius karena seni tersebut merupakan bagian dari nafas agama yang dijiwai oleh penganutnya dengan latar belakang budaya dan suku yang beraneka ragam, sehingga terciptalah bentuk seni yang  indah, religius dan Sakral. 

Seni dan budaya keagamaan Hindu sebagia budaya luhur yang tersebar di seluruh wilayah Nusantara patut dilestarikan, dibina dan dikembangkan lebih luas lagi tidak hanya di kalangan generasi tua maupun tokoh-tokoh agama Hindu atau kalangan seniman saja, melainkan juga di kalangan generasi muda, remaja dan anak-anak. Hal ini dilakukan agar seni dan budaya Agama Hindu selalu berkembang, inovativ dan menjadi bagian terpenting dalam kehidupan beragama. 

Salah satu media pelestarian dan pengembangan Seni Keagamaan Hindu adalah melalui kegiatan Festival Seni Keagamaan Hindu Tingkat Nasional yang akan dilaksanakan sekali dalam 3 tahun. Kegiatan ini diharapkan menjadi ajang pembuktian kemampuan oleh seni tabuh, seni musik, seni tari dan seni suara (gita/kidung) dari para utusan daerah.*(BNews/ *iws – Sukadana Ajiex)