Tanah Bumbu Lumbung Padi, Beras Masih di Dominasi dari Luar

    0
    4

    FOTO : Ist 

    BATULICIN,BalarindangNews.com-Puji syukur kehadirat Allah SWT, kelompok tani (Gapoktan) Bersujud Desa Salimuran kecamatan Kusan hilir memasuki panen raya, selasa (05/11) kemarin, lahan padi seluas 530 hektar ini sehingga mampu menjaga ketahanan pangan sekaligus meningkatkan pendapatan ekonomi petani.

    Panen raya seluas 530 hektar itu melalui pompanisasi dengan menyedot air sungai akusan sehingga dapat mengaliriareal persawahan. Apetani tidak terdampak kemarau karena memiliki sumber air permukaan.Saat ini petani yang tergabung dalam gapoktan bersujud sebanyak 18 kelompok tani ini, dipastikan pendapatan ekonomi mereka meningkat.asebab, produksi dan produktivitas pangan pada musim panen raya rata rata 10,7 ton gabah basah perhektar. 

    Panen raya yang dihadiri Bupati tanah Bumbu H.Sudian Noor, beserta unsur musda menyaksikan panen raya tersebut seraya memberikan sambutan kepada warga desa Salimuran, Bupati mengungkapkan rasa syukur atas keberhasilan panen raya. “Kita semua wajib bersyukur atas anugerah Allah SWT yang sangat besar ini, ada padi sejauh mata memandang. Di saat yang lain tidak bisa menanam apalagi panen, disini bisa. Jangankan untuk menanam, untuk keperluan sehari-hari saja susah mendapatkan air,” tutur Sudian Noor. 

    Bupati juga menginginkan agar warga mendapat edukasi sesuai dengan karakter wilayah masing masing. Pemerintah daerah juga mengundang para pakar pertanian agar lahan yang tersedia dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dan kedepannya keinginan Bupati ada dibentuk Tim Reaksi Cepat (TRC) Pertanian, sama seperti TRC Penanggulangan Bencana. 

    Seketika ada petani yang melakukan panen, tim akan turun mengerahkan alat yang ada. Hal ini agar waktu yang dibutuhkan petani untuk menyelesaikan panennya menjadi lebih cepat, Bupati juga berpesan atas kewajiban yang harus diakukan warga setelah mendapatkan hasil panen yang baik tersebut.“Apabila ada anugerah yang turun, maka ada hak hak mereka disana. Hak fakir miskin dan anak yatim piatu. Atas limpahan hasil bumi ini, sudahkah dipenuhi. Masih ada warga yang kesusahan, saatnya kita peduli terhadap sesama,” pesannya. 

    Meski demikian Tanah Bumbu merupakan lumbung padi yang swasembada pangan, dan tidak bakalan kekurangan beras dari hasil panen para petani, namun sangan disayangkan beras yang beredar di pasaran masih di dominasi beras dari Sulawesi, Pulau Jawa dan Banjarmasin, terus kemana beras hasil panen yang melimpah yang dilakukan petani Tanah Bumbu, meski ada di pasaran harganya jauh lebih murah bilang di bandingkan dengan beras yang masuk dipasaran kab Tanbu, Oleh karenanya pengawasan untuk mengurangi masuknya beras dari luar Tanbu lebih di perhatikan, sehingga petani di Tanah Bumbu bener makmur dan sejahtra.*(BNews)