Tingkatkan Produktivitas Melalui Budidaya Padi Organik

0
46

FOTO : Ist 

ANGSANA,  BATULICIN –Untuk meningkatkan produksi dan produktivitas pertanian, Petani di Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana,  Kabupaten Tanah Bumbu (Tanbu) yang tergabung dalam kelompok tani Guyup Rukun mendapatkan pelatihan budidaya padi secara organik dan terintegrasi. Pelatihan dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu H. Sudian Noor diwakili Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Tanbu Suhartoyo, Selasa (14/01/2020), di Pondok Tani Desa Sumber Baru, Kecamatan Angsana, Kabupaten Tanah Bumbu.

Dalam kesempatan tersebut Asisten Perekonomian dan Pembangunan Suhartoyo menyambut baik dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi secara organik bagi peserta klaster padi unggul terintegrasi di Tanbu. Dengan adanya pelatihan ini, Pemkab Tanbu berharap para petani mampu memproduksi pupuk organik secara mandiri. 

Pelatihan budidaya padi organik dan terintegrasi ini merupakan kerjasama Pemkab Tanbu dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan selama 3 hari mulai 14 s.d 16 Januari 2020. Pelatihan budidaya padi organik dilakukan mengingat semakin berkembangnya pola hidup sehat di masyarakat dengan mengonsumsi makanan yang sehat. Dengan demikian pemerintah daerah menangkap peluang itu dengan menanam padi organik mengingat potensi pasarnya yang cukup besar. 

Materi pelatihan yakni cara penanaman padi menggunakan jajar legowo, pemahaman konsep pengembangan pertanian secara organik dan terintegrasi, pembuatan superbokashi dari kotoran sapi dengan menggunakan MA11, pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah pertanian sebagai pengganti pupuk N,P,K. Kemudian pembuatan pestisida organik, pembuatan pakan ternak dari limbah pertanian, pembuatan pupuk biofarm, pencegahan dan pengendalian hama, praktek pengolahan lahan, dan praktek penanaman padi jajar legowo. Jajar Legowo (Jarwo) adalah pertanian dengan mengatur jarak tanam. Manfaat Jarwo yaitu memudahkan perawatan, menekan serangan hama penyakit, hemat biaya pemupukan, serta meningkatkan produktivitas padi. 

Sementara itu,  Kepala Desa Sumberbaru, Dewi Purnani mengaku senang dengan dilaksanakanya pelatihan budidaya padi organik dan terintegrasi bagi kelompok tani di desanya. Ia mengatakan dengan adanya pelatihan ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani dengan hasil padi yang meningkat dan biaya perawatan padi yang murah. 

Secara terpisah,  Kepala Unit Pengembangan Ekonomi Kantor Perwakilan BI Prov Kalsel, Aryo Wibowo mengatakan dari kegiatan pelatihan ini ditargetkan produksi padi bisa mencapai 8 ton/ha. Biasanya produksi petani hanya 4 sampai 5 ton/ha, namun dengan adanya pelatihan ini diharapkan produksi pertanian bisa mencapai 8 ton/ha. “Targetnya menaikan produksi padi,” ujarnya.*(BNews)