PLN Batulicin Siap Layani Keluhan Pelanggan

0
6

FOTO : Ist

TANAH BUMBU, BalarindangNews.com– Banyaknya keluhan pelanggan terkait melonjaknya pembayaran listrik pada massa pandemi Covid-19 ini, ditanggapi serius oleh Kepala PLN Batulicin Aris Apria.

Menurut Aris, kenaikan pembayaran listrik di rumah warga tersebut memang disebabkan tingginya penggunaan daya listrik masyarakat pada pandemic ini. Sebab, beberapa bulan terakhir ini masyarakat lebih banyak berada di rumah. Sehingga kenaikan pembayaran itu adalah hal yang wajar.

“Kita di PLN Batulicin sudah melakukan koordinasi kepada pihak desa dan kelurahan yang berada di Kabupaten Tanah Bumbu mengenai keluhan kenaikan ini, sehingga tidak ada masalah,” ujarnya.

Kalaupun ada keluhan, lanjut Aris, silahkan lapor langsung ke kantor PLN Batulicin. Ditegaskannya, petugas siap melayani memberikan informasi. “Kalau ada kenaikan yang merata, kami dari PLN Batulicin siap berkoordinasi memetakan daerah mana yang terjadi kenaikan,” katanya.

Ditanyakan soal adanya informasi pembayaran kwh 1.300 dan kwh 900 dinaikkan guna mensubsidi kwh 400 gratis, Aris secara tegas menyatakan tidak benar. “Masalahnya terletak pada banyaknya penggunaan daya listrik saat berada di rumah. Kemungkinan bulan depan sudah akan kembali normal,” ujarnya.

Namun, diakui Aris, saat pendemi Covid-19 ini, sekitar satu setengah bulan lalu pelaksana pencatatan di lapangan tidak dilakukan pihaknya. Ini dilakukan sebagai bentuk peduli memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

Hal senada diungkapkan Risna, bagian penagihan PLN Batulicin. Diungkapkannya, keluhan warga yang datang mengkomfirmasi masalah kenaikan pembayaran listrik dalam satu hari ada 10 hingga 12 warga yang datang melapor. “Namun setelah kita beri penjelasan, warga menerima sesuai dengan jumlah penggunaan,” katanya.

Perlu diketahui warga, perhitungan penggunaan daya listrik bagi warga rumah tangga (Ra) stand meter 28.108 – 28.480 = – 372×1.500 = Rp.558.000 (total yang dibayar warga).

Kwh 450 gratis. kwh 900 R 1 T subsidi 50 %, sedangkan yang kwh 900 R M tidak ada subsidi, sehingga mengalami kenaikan. *(BNews/Muh/klik)